Kunjungan Wisatawan ke Lokawisata Baturaden Masih Minim

Editor: Makmun Hidayat

BANYUMAS — Selama satu minggu dilakukan uji coba pembukaan objek wisata Lokawisata Baturaden, tingkat kunjungan wisatawan masih minim. Salah satu penyebab adalah syarat pengunjung yang harus menunjukkan kartu vaksin, serta pembatasan kunjungan hanya dari wisatawan lokal Banyumas saja.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani mengatakan, untuk hari biasanya tingkat kunjungan di Lokawisata Baturaden hanya pada kisaran belasan orang. Paling banyak hanya pada hari Minggu lalu, yang mencapai 106 orang.

“Masih sangat sepi, dua hari terakhir kemarin hanya 13, 16 orang atau jika meningkat hanya pada kisaran 20an orang,” katanya, Minggu (5/9/2021).

Kepala Dinporabudpar Banyumas, Asis Kusumandani di Baturaden, Minggu (5/9/2021). -Foto: Hermiana E .Effendi

Menurut Asis, ada beberapa faktor yang menyebabkan tingkat kunjungan wisata masih sepi, antara lain syarat sudah vaksin bagi pengunjung serta pembatasan hanya menerima pengunjung dari lokal Banyumas saja. Selain itu, ia juga mengakui belum ada publikasi meluas terkait pembukaan kembali Lokawisata Baturaden.

“Kalau toh dilakukan publikasi yang masif, tetapi masih ada pembatasan kunjungan hanya dari wisatawan lokal Banyumas, tetap saja menjadi kurang efektif. Dan di Kabupaten Banyumas juga hanya satu objek wisata yang diperbolehkan uji coba pembukaan, padahal antar lokasi wisata sebenarnya saling mendukung terhadap peningkatan jumlah kunjungan,” terangnya.

Lebih lanjut Asis menjelaskan, sesuai dengan ketentuan dalam Intruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri), tempat wisata yang boleh dibuka adalah yang wilayah tersebut sudah masuk level 2. Sedangkan Kabupaten Banyumas sampai saat ini masih masuk ketegori level 3.

Pembukaan sektor pariwisata, lanjut Asis, sangat diharapkan banyak pihak, tidak hanya dari pengelola wistaa saja, tetapi juga dari maysarakat sekitar. Ia mencontohkan di kawasan Lokawisata Baturaden saja terdapat 500 lebih pedagang yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata. Belum lagi dengan tukang parkir, pemandu wisata dan lain-lain.

Sementara itu, salah satu pedagang di kawasan Lokawisata Baturaden, Mukson mengatakan, meskipun masih sepi pengunjung, namun dengan dibukanya kembali Lokawisata Baturaden sudah cukup membantu para pedagang sekitar. Perekonomian warga sekitar tempat wisata, sedikit demi sedikit mulai bangkit kembali.

“Kemarin selama 2,5 bulan, benar-benar seperti kota mati di Baturaden ini. Selama seminggu terakhir ini sudah mulai ada wisatawan yang datang dan warung-warung serti kios juga mulai buka kembali, jadi sudah sangat membantu warga di sini,” tuturnya.

Mukson berharap, tempat wisata lain di kawasan Baturaden juga segara dibuka kembali, sehingga pemulihan ekonomi warga sekitar bisa semakin cepat.

Lihat juga...