Kurangi Pengangguran, Alasan Kemendikbudristek Luncurkan Program ‘Ayo Kursus’

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Program Ayo Kursus merupakan upaya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk memberikan solusi peserta didik yang terpaksa harus putus sekolah dan sekaligus memberikan kompetensi tambahan sesuai minat dan bakatnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek, Wartanto, menjelaskan peluncuran Ayo Kursus merupakan jawaban atas banyaknya data pengangguran di usia 17 hingga 25 tahun.

“Juga karena adanya pandemi ini, banyak anak yang tidak bisa melanjutkan sekolah atau yang sudah lulus tapi tidak ada lowongan kerja atau lowongan ada tapi tak sesuai kompetensinya,” kata Wartanto dalam acara silaturahmi merdeka belajar, Kamis (30/9/2021).

Sementara anak-anak tentunya membutuhkan pekerjaan atau keahlian untuk dapat menyokong kehidupan mereka.

“Karena itu kita bikin program Ayo Kursus ini, untuk meningkatkan kompetensi mereka agar bisa lebih sesuai dengan tuntutan pekerjaan yang ada saat ini dan dibimbing juga untuk dapat melakukan wirausaha,” ucapnya.

Targetnya, tentunya menekan tingkat pengangguran pada usia 17-25 tahun dan mendorong mereka untuk berwirausaha atau setidaknya mendapatkan pekerjaan.

“Ada beberapa program. Kecakapan, yang berkaitan minat dan bakat anak serta wirausaha, dimana kita akan membimbing mereka untuk melakukan usaha sendiri,” ucapnya lagi.

Terkait pembiayaan, Wartanto menyebutkan, sudah ada kerja sama dengan perbankan untuk membantu anak-anak yang tidak memiliki biaya.

“Dan kalau memang ada produknya, kami juga sudah bekerja sama dengan beberapa e-commerce untuk membantu mereka memasarkan dengan platform digital. Dan ada perusahaan yang bekerja sama untuk menyerap tenaga kerja yang sudah selesai dengan program kursusnya,” tuturnya.

Salah seorang lulusan Program Ayo Kursus, Kemendikbudristek, Gusnur Rohmat Hindri menceritakan selama mengikuti kursus ia sangat antusias untuk mengikutinya.

Lulusan Program Ayo Kursus, Kemendikbudristek, Gusnur Rohmat Hindri menyebutkan program Ayo Kursus memungkinkan dirinya melihat pekerjaan yang ia lakoni dalam skala yang lebih luas, dalam acara silaturahmi merdeka belajar, Kamis (30/9/2021) – Foto: Ranny Supusepa

“Karena kita tidak hanya diajarkan skill terkait kursus yang kita ambil tapi juga diajarkan cara untuk menyelesaikan masalah yang mungkin terjadi, misalnya komplain pelanggan atau pelanggan yang picky,” kata Gusnur dalam kesempatan yang sama.

Ilmu menangani pelanggan ini, menurutnya, merupakan tambahan yang memberikan manfaat besar bagi peserta kursus. Karena tidak semua kursus mengajarkan hal ini.

“Jadi seperti kayak punya usaha atau kerja langsung saja. Kita langsung diajarkan menangani masalah yang mungkin timbul. Tak hanya teori saja,” ujarnya.

Ia mengungkapkan manfaat yang dirasakan olehnya adalah dorongan wirausaha menjadi lebih besar.

“Dengan mendapatkan ilmu ini, akhirnya saya menjadi terdorong untuk melihat pekerjaan yang saya pelajari dalam skala yang lebih luas. Tak hanya bekerja tapi menjadi ingin mengembangkan lebih jauh,” ujarnya lagi.

Sementara, Peserta Didik Program Ayo Kursus, Kemendikbudristek, Wayan Marini Asih yang sudah menjalani selama dua bulan menyatakan sejak ia duduk di bangku SMA, sudah mengharapkan bisa kursus bukannya melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, saat ia lulus sekolah.

“Kebetulan ada informasi tentang kursus untuk perhotelan. Saat mengikuti kursus, ada poin penting yang diajarkan yaitu nilai dan value REACT,” kata Wayan.

REACT tersebut, lanjutnya, adalah R untuk religious obedient di mana seorang hotelier tak cukup hanya profesional tapi juga harus memiliki kepatuhan dalam menjalankan ibadah.

“E untuk effective communication, A untuk attitude for growth, C untuk competitive skills dan T untuk team work and responsibilities,” urainya.

Ia juga menyebutkan, pelatihan yang ia ikuti juga mengajarkan tentang manajemen dari setiap divisi yang ia ikuti.

“Dan yang paling menantang adalah para peserta kursus terjun langsung di lapangan kerja. Sehingga peserta bisa langsung memahami kondisi pekerjaan dan industri hotel yang ia minati,” pungkasnya.

Lihat juga...