Lahan Kosong di Desa Sumberjaya Diharapkan Jadi Kawasan Eduwisata

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, M Nuh, mendukung lahan kosong milik pemerintah daerah di wilayah Desa Sumberjaya, Tambun Selatan, dikelola sebagai lokasi wisata edukasi atau eduwisata, sehingga memberi manfaat bagi warga dan lingkungan.

“Desa Sumberjaya memiliki beberapa titik lahan milik pemerintah daerah yang dibiarkan begitu saja. Harusnya ini bisa dikelola menjadi lokasi eduwisata. Atau sebagai taman desa agar memberi manfaat bagi warga,” ungkap Ustaz M Nuh, kepada Cendana News, usai meninjau beberapa titik lahan kosong di desa itu, Minggu (19/9/2021).

Dia mengaku, segera mengusulkan kepada pemerintah daerah di bagian aset Kabupaten Bekasi agar mengizinkan lahan tersebut dikelola menjadi tempat eduwisata. Baik oleh pemerintah desa atau pun lembaga yang dipercaya melalui sistem kerjasama atau teknis lain, sesuai peruntukan lahan sehingga lahan kosong yang memiliki potensi bagus tidak dibiarkan jadi lahan tidur.

Menurutnya di Desa Sumberjaya, Tambun Selatan, memiliki potensi dikelola dengan baik dan bisa dijadikan tempat eduwisata seperti wisata air atau pun kuliner dan agro pertanian. Apalagi imbuhnya desa tersebut memiliki penduduk padat.

“Ini namanya saja desa, tapi penduduknya cukup padat, banyak kompleks perumahan di lokasi ini. Lahan kosongnya pun terbatas, jika lahan milik daerah bisa dikelola kenapa tidak, ketimbang kosong begitu saja,” tukas anggota dewan dari Fraksi PKS ini.

Diakuinya, kunjungan ke beberapa titik lahan kosong tersebut, atas komunikasi warga dari salah satu Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Bekasi (FKMPB) yang selama ini selalu turun ke berbagai lokasi untuk mendengar keluhan warga.

Mereka melihat ada potensi lahan kosong di Desa Sumberjaya dan ingin mengelola menjadi lokasi eduwisata atau tempat kuliner sehingga bisa mendongkrak perekonomian melalui pengembangan UMKM di wilayah setempat.

FKMPB imbuhnya, ingin melihat lahan kosong di Desa Sumberjaya yang dibiarkan begitu saja untuk dikelola menjadi lokasi eduwisata agar lebih memiliki nilai manfaat.

Ustaz Nuh setelah melihat lokasi lahan kosong itu meminta FKMPB mengajukan permohonan secara tertulis terkait konsep untuk diusulkan kepada pemerintah daerah.

Eko Setiawan, Ketua FKMPB, mengakui, keinginan memanfaatkan lahan kosong di wilayah Desa Sumberjaya tersebut telah lama diajukan. Hal tersebut juga sebagai satu kepedulian terhadap lahan kosong di tengah pemukiman padat penduduk.

“Lahan itu juga berada tak jauh dari kompleks pemukiman warga padat penduduk sehingga bisa lebih bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Apalagi lokasinya kerap terjadi banjir karena minim penampung air,” ujar Eko, sesuai laporan warga.

Pemanfaatan lahan kosong tersebut juga bisa dibuat beragam, salah satunya menjadi ketahanan pangan dengan ditanami tanaman produktif. Bisa juga menjadi lokasi tanaman hias dengan memberdayakan masyarakat sekitar.

“Kami berharap ada dukungan daerah, pertama memberi izin agar lahan kosong itu dikelola. Kemudian bisa memberi support seperti bibit, soal membuka lahan bisa dikerjakan secara gotong royong,” pungkas Eko.

Lihat juga...