Mahasiswa PPNS Rancang Alat Deteksi Persebaran Ikan

SURABAYA — Mahasiswa Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) berinovasi merancang alat penunjuk lokasi ikan portabel untuk mempermudah nelayan tradisional meningkatkan hasil tangkapan di laut.

“Alat tersebut bernama Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI) dan sudah dilakukan pengujian di Desa Cemandi, Sidoarjo,” ujar salah satu tim mahasiswa PPNS Shania Virgiani melalui keterangannya di Surabaya, Rabu (8/9/2021).

Ia mengatakan selama ini belum ada alat pendeteksi persebaran ikan yang praktis dan akurat dengan harga terjangkau.

“Kami membuat perangkat ini berdasarkan data persebaran ikan dari Balai Riset dan Observasi Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan yang berupa data koordinat persebaran ikan,” ucap dia.

Shania memaparkan perangkat tersebut juga dilengkapi dengan penunjuk arah navigasi kapal untuk menunjukkan arah lokasi persebaran ikan.

Alat tersebut juga dilengkapi indikator lampu dan alarm untuk mendeteksi kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk berlayar.

Pada Program Kreativitas Mahasiswa tersebut, Shania bersama Yusril Ihda Imammadudin, dan Erika Nur Aisyah dari Jurusan Teknik Kelistrikan Kapal dibimbing oleh Afif Zuhri Arfianto selaku Dosen Teknik Kelistrikan Kapal untuk mengembangkan perangkat ini.

Dosen Teknik Kelistrikan Kapal Afif Zuhri Arfianto menjelaskan alat penunjuk lokasi sebaran ikan dibuat selama 3-4 bulan.

Alat ini merupakan versi kedua yang lebih upgrade dibanding versi sebelumnya karena lebih mudah dioperasikan oleh nelayan.

“Untuk menggunakan alat ini, cukup menyambung alat dengan antena, lalu ketika sudah menyala masukkan nilai latitude (garis lintang) dan longitude (garis bujur). Kemudian alat akan memproses nilai yang telah dimasukkan dan menampilkan lokasi yang perlu dituju beserta jarak dan sudutnya,” katanya.

Guna mendukung para nelayan dalam menggunakan perangkat, kata dia, tim mengadakan kegiatan sosialisasi PKM Portable Virtual Assistant bertajuk “Perangkat Penunjuk Lokasi Persebaran Ikan Bagi Nelayan Tradisional Untuk Peningkatan Hasil Tangkap Akibat Pandemi COVID-19”.

Para peserta adalah anggota Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Sidoarjo.

“Kamis mendukung kegiatan dan karya anak bangsa ini sehingga para nelayan dapat memanfaatkan produk inovasi tersebut dan berdampak kepada kesejahteraan nelayan tradisional,” tutur Ketua HNSI Sidoarjo, M Alimin. (Ant)

Lihat juga...