Maluku Tenggara Miliki Alat Desalinasi di Ohoi Rahangiar

Peresmian alat penyuling air laut jadi air tawar di Kabupaten Malra, Minggu (5/9/2021) - foto Ant

MALUKU TENGGARA – Kerinduan masyarakat di Kecamatan Kei Besar Selatan Barat, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Maluku, terhadap ketersediaan air bersih, perlahan mulai terjawab. Hal itu didapatkan, dengan adanya alat desalinasi atau alat penyulingan air laut menjadi air tawar di Ohoi (Desa) Rahangiar.

“Ini hanya upaya kecil dari kami untuk masyarakat, dengan anggaran kurang lebih Rp1,8 miliar, untuk adanya mesin desalinasi, bak penampung dan jaringan air ke masyarakat khususnya di Ohoi Rahangiar saat ini,” kata Bupati Malra, M Thaher Hanubun, Minggu (5/9/2021).

Bupati Thaher, pada peresmian alat penyuling air laut di Ohoi Rahangiar mengungkapkan, Kecamatan Kei Besar Selatan Barat, adalah wilayah yang telah ditetapkan oleh Pemerintah melalui Perpres Presiden No.18/2020, yang menetapkan sebagai pintu gerbang Negara atau wilayah perbatasan Negara, dan kecamatan ini masuk dalam Lokasi Prioritas (LOKPRI) serta Kawasan Nasional Tertentu (KNT).

Salah satu persoalan daerah yang dihadapi daerah tersebut adalah, pemenuhan air bersih untuk warga setempat. “Maka Pemkab Malra dengan upaya kecil, saat ini berusaha menjawab persoalan tersebut dengan menghadirkan alat desalinasi, yang sudah resmi digunakan dan uji coba kuaalitas airnya di Ohoi Rahangiar,” terang Thaher.

Thaher menyebut, sebenarnya Malra memiliki fasilitas sumber air tawar yang dapat melayani warga. Dan fasilitas tersebut sudah dibangun oleh Pemkab Malra di 2019. Hanya saja, karena persoalan Kepala Ohoi (desa) setempat, sehingga apa yang sudah dibangun itu dirusak dan tidak dapat dimanfaatkan oleh Ohoi-Ohoi lainnya.

Sedangkan, alat yang baru diresmikan, bisa melayani lima ohoi di kecamatan itu. Alat penunjang lainnya berupa bak penampung sudah dibangun di puncak gunung. “Alat ini sudah kita resmikan dan uji coba hari ini dimana hasilnya sangat baik, dan sekarang bagaimana kita berupaya untuk dapat melayani ohoi lainnya seperti, Uwat, Ngan, Ohoilean, Watkidat dan Weduar Fer,” imbuhnya.

“Jadi dinas PU harus kerja cerdas dan perencanaan berikutnya harus melayani desa-desa lainnya, melalui pembangunan jaringan-jaringan air ke Ohoi dan masyarakat,” lanjut Thaher.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PU Malra, Eky Ruban menyatakan, mesin deselinasi mengubah air laut menjadi air tawar pengadaanya menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK). “Di sekitar sini memang sangat susah air bersih, dengan penanganan seperti ini, kami mau untuk dibuat proses ini, karena rupanya bukan desa ini saja, tetapi ada juga lima desa lain, seperti Uwat, Ngan, Ohoilean dan Weduar Fer,” katanya.

Untuk mensuplai air bersih ke Ohoi lainnya, dilakukan pembangunan bak penampung, yang sudah dibangun di daerah ketinggian. Kapasitas alat tersebut, dapat melayani semua Ohoi. Hanya karena tahun ini paketnya untuk Rahangiar, maka perencanaan berikutnya, dipastikan sudah dapat melayani Ohoi-Ohoi lain, yang juga masih kesulitan air bersih. (Ant)

Lihat juga...