Manfaat Jogging, Bakar Lemak hingga Pacu Metabolisme Tubuh

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Jogging atau lari menjadi salah satu olahraga efektif untuk membakar lemak, yang dapat dilakukan tanpa memerlukan alat khusus sehingga lebih ekonomis. Tak heran, jika saat ini setiap kompleks perumahan yang memiliki tempat yang luas akan dipenuhi orang berlari saat sore hari.

“Berlari atau jogging ini merupakan salah satu olahraga yang cukup populer. Selain sederhana dan relatif mudah dilakukan kapan saja, di mana saja, berlari juga dianggap sebagai cara efektif untuk meningkatkan metabolisme tubuh,” kata Arnold, ahli pengobatan Reiki atau sistem stemcell di Kota Bekasi, ditemui saat jogging di kompleks Purigading, Pondok Melati, Jumat (3/9/2021).

Dengan berlari, jelasnya, mampu meningkatkan metabolisme dan meningkatkan daya tahan tubuh. Karena dengan berlari akan memacu sel darah putih atau cairan limpa dalam tubuh. Menurutnya, dalam tubuh manusia dari 6 liter darah  ada 1,4 liter sel darah putih atau cairan limpa.

Melalui pergerakan tubuh, maka sistem sirkulasi cairan limpa akan lebih bagus. Tapi, satu hal yang harus diperhatikan dalam berlari, usahakan dapat menyesuaikan dengan detak jantung. Seperti melalui metode menghitung detak jantung 220 kurangi usia kali 80 persen.

Arnold, ahli pengobatan Reiki atau sistem stemcell di ditemui saat jogging di kompleks Purigading, Pondok Melati, Bekasi, Jumat (3/9/2021). –Foto: M Amin

“Karena dengan berlari, mampu memacu sistem sirkulasi sel darah putih. Sehingga melalui gerak tubuh makin sering, maka metabolisme kian bagus. Latihan kecil begini detak jantung harus diukur detak jantung 220 kurangi usia kali 80 persen. Jangan langsung diporsir,” jelasnya.

Waktu untuk lari, menurutnya lebih bagus di pagi hari, untuk bisa menikmati langsung sinar infra red dan dikelompokkan dalan bio energi yang membentuk vitamin D. Pilihan lainnya waktu sore mulai pukul 16.00 WIB.

“Lari jangan langsung diporsir, harus mengatur ritme pergerakan. Ini supaya jantung pelan pembakaran lemak tergantung dari detak jantung. Lagian olahraga lari seperti kita bukan untuk mengejar prestasi,” tukasnya.

Lebih lanjut, ia mengenalkan sistem stemcell metode modern dalam pengobatan. Bahkan, dikatakan mampu mengobati Covid-19 melalui metode stemcell dengan bio energi X39 stemcell. Ia mengklaim, jaminan meskipun komorbid.

“Metode ini langsung terasa, beberapa detik saja seluruh tubuh dialiri hawa hangat, demam langsung turun. Sistem pengobatan stemcell ini dulu sempat populer karena ada penjelasan ilmiah,” paparnya.

Stemcell meremajakan kembali sel tubuh. Stemcell adalah cikal bakal hidup dan akan terus hidup sepanjang hidup manusia. Tugas pertamanya meregenerasi sel tubuh yang mengalami kerusakan karena faktor usia dan radikal bebas. Ke dua, memproduksi jutaan sel darah setiap detik, termasuk sel darah putih.

“Dengan metode mengaktifkan fungsi stemcell, orang kena Covid-19 bisa teratasi. Karena mampu memproduksi darah putih secara maksimal,” pungkas.

Pelari lainnya, Daud, mengaku rutin lari karena sudah terbiasa. Menurutnya, manfaat dari lari yang dirasakan adalah berat badan menurun dan bisa tampil lebih fresh saat bangun tidur atau di tempat kerja.

Lihat juga...