Manfaatkan Perpus Digital untuk Dorong Minat Baca Selama Pandemi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Sejumlah sekolah memiliki cara tersendiri untuk meningkatkan minat baca bagi setiap siswanya. Berbagai inovasi pun dilakukan guna membiasakan anak agar mau membaca buku serta mengenal literasi sejak dini.

Terlebih di era modern serta situasi pandemi seperti sekarang ini, minat terhadap literasi sangat dibutuhkan agar anak dapat terus mengupgrade pengetahuannya di sela pembelajaran daring, serta tidak hanya sibuk bermain medsos ataupun game online saja.

SD Muhammadiyah Wirobrajan 3 Yogyakarta misalnya. Sekolah dengan 786 murid ini selama ini memanfaatkan fasilitas perpustakaan digital untuk meningkatkan minat baca seluruh siswanya. Ribuan jenis koleksi buku disediakan, mulai dari ilmu pengetahuan, agama hingga buku-buku fiksi.

“Sebelum ada pandemi, kita rutin mengadakan program wajib kunjungan pustaka bagi setiap siswa. Dimana setiap seminggu sekali, seluruh siswa di satu kelas kita ajak mengunjungi perpustakaan untuk membaca, merangkum atau membedah buku,” ujar Kepada Humas SD Muhammadiyah Wirobrajan 3 Yogyakarta Septa, Rismanto Rabu (15/09/2021).

Namun selama pandemi hampir dua tahun terakhir, kegiatan wajib kunjung pustaka tersebut otomatis tak bisa dilaksanakan. Meski begitu, pihak sekolah tetap berupaya mendorong seluruh siswanya membaca buku di rumah masing-masing.

Memanfaatkan teknologi yang ada, pihak sekolah menyediakan website khusus yang bisa diakses seluruh siswa. Melalui web inilah siswa bisa melihat koleksi buku di perpustakaan sekolah untuk dipinjam dan dibawa pulang ke rumah masing-masing.

“Kita juga menyediakan fasilitas layanan perpustakaan keliling bagi siswa selama pandemi. Siswa yang ingin meminjam buku perpustakaan, bisa memesan melalui website. Nanti buku tersebut akan diantarkan ke rumah siswa melalui armada perpus keliling. Jadi anak tak perlu datang ke sekolah untuk meminjam buku,” katanya.

Dengan cara ini, pihak sekolah berharap agar selama masa pandemi ini anak-anak dapat memanfaatkan waktu luangnya untuk membaca berbagai macam jenis buku. Sehingga waktu mereka tidak hanya habis untuk smartphone baik itu untuk bermain game ataupun medsos.

“Meski diakui cukup susah, namun kita tetap berupaya untuk mendorong anak-anak mau membaca buku. Meskipun hal ini juga sangat tergantung dari peran dan keterlibatan setiap orang tua masing-masing siswa,” katanya.

Sementara itu salah seorang orang tua siswa asal Yogyakarta, Rahma, mengakui cukup sulitnya mendorong anak-anak untuk bisa memiliki kebiasaan membaca buku selama masa pandemi seperti sekarang ini. Hal itu dikarenakan anak cenderung lebih akrab dengan smartphone, sehingga enggan membaca buku.

“Solusinya ya mungkin harus diberikan contoh. Kalau anak rutin diajak dan dibiasakan bersama-sama membaca buku dengan orang tua atau saudaranya, mungkin lama-lama akan memiliki minat membaca juga. Minimal membaca buku digital,” katanya.

Lihat juga...