Masih Tercemar, Kali Cilemahabang Seperti ‘Adonan Dodol Betawi’

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Harapan masyarakat di sepanjang aliran kali Cilemahabang, di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat agar kembali pulih masih jauh dari harapan. Kondisinya  kembali menghitam seperti ‘adonan dodol Betawi’ akibat pencemaran. 

Ungkapan istilah adonan dodol Betawi itu disampaikan Mang Oye, relawan peduli lingkungan dari KPA Ranting yang kecewa dengan kondisi kali yang tidak berubah, meski sudah disidak oleh Pj Bupati Bekasi, Jawa Barat Dani Ramdhan beberapa waktu lalu. Padahal saat di sidak beberapa hari kemudian sempat berubah, tapi sekarang kembali lagi.

“Adonan dodol Betawi itu warnanya hitam muda kebiruan dan wangi ketika belum mengental. Itulah gambaran warna Kali Cilemahabang sekarang, bedanya bau busuk menyengat dari aliran kali Cilemahabang yang melintasi beberapa pemukiman warga,” kata Mang Oye, kepada Cendana News, Rabu (22/9/2021).

Selama tiga hari terakhir, sejak Sabtu 18 September 2021, Mang Oye setiap hari memantau kondisi air di Kali Cilemahabang Cikarang Utara. Tapi selama tiga hari itu air tidak berubah, meski debitnya lumayan tinggi.

Cendana News bersama Mang Oye, mencoba mencari titik perubahan air kali dari warna agak coklat, menjadi hitam kebiru-biruan. Dari jembatan yang menghubungkan antara Kabupaten Bekasi dengan Karawang, air masih terlihat bagus.

Tapi ketika memasuki bendungan Pintu Air 7, air kali mulai terlihat hitam, lalu mencoba ambil ke kanan, kali kecil menuju Perumahan Bumi Citra Lestari (BCL), sudah tidak ada lagi warna coklat pada air, yang ada hanya warna hitam.

Sejenak Cendana News dan Mang Oye pun tertegun, oleh harum bau dari percikan air yang ada di depan Perumahan BCL. Cendana News mencoba Melakukan komunikasi pada warga yang melintas, dan bertanya, tapi semua seperti menghindar.

Mang Oye Relawan KPA Ranting, saat melakukan pemantauan kondisi kali Cilemahabang, Rabu (22/9/2021). Foto: Muhammad Amin

Seorang penjual es cincau biasa mangkal di sekitaran Desa Karang Raharja, menolak menyebutkan namanya mengakui bahwa perubahan warna Kali Cilemahabang sudah terjadi bertahun-tahun lamanya. Ia pun sampai lupa mulai tahun berapa dengan hanya menyebut sejak Bupati Neneng.

Begitupun setelah Bupati Eka Almarhum, kondisi tidak berubah. Berbagai upaya protes telah dilakukan. Tapi jawabannya, akan kami lakukan perbaikan berulang-ulang tapi air Kali Cilemahabang tetap seperti adonan dodol.

“Kami berharap, air kali Cilemahabang akan seperti dulu banyak ikan, jernih, tidak berbau, tidak ada sampah, intinya mah kami sangat berharap ada tindakan nyata untuk perbaiki air kali Cilemahabang,” ujarnya mengaku gembira pada minggu lalu, sidak PJ Bupati, air kali Cilemahabang berubah bening, tapi tidak lama, mungkin hanya 1-2 hari saja air kembali hitam.

Pantauan Cendana News, ketika Pj. Bupati Bekasi melaksanakan penutupan acara WCD 2021 di GCC, pada Sabtu (18/9/2021) ia menyaksikan langsung air kali Cilemahabang, tetep hitam kebiru-biruan.

Lihat juga...