Masuk Level 3, Banyumas Gencarkan Swab Antigen

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURWOKERTO — Selain gencar menggelar vaksin massal, Kabupaten Banyumas juga terus melakukan swab tes antigen di berbagai lokasi. Langkah tersebut dimaksudkan untuk jemput bola bagi masyarakat yang terpapar, sehingga penularan dan penyebaran juga bisa diminimalkan.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, selama dua hari pada September ini, penambahan kasus Covid-19 sebanyak 122 orang. Dimana hari pertama bertambah 46 orang dan hari ke dua sebanyak 76 orang. Masih naik-turunnya angka positif, harus disikapi dengan tindak pencegahan yang lebih maksimal.

“Selain vaksin, pencegahan penyebaran Covid-19 yang efektif adalah dengan memperbanyak orang yang melakukan swab tes antigen, karena itu kita gencarkan di berbagai lokasi,” katanya, Jumat (3/9/2021).

Swab tes antigen diberikan secara gratis. Antara lain berlokasi di Alun-Alun Purwokerto, pada awalnya setiap hari ada 50 kuota, sekarang ditambah menjadi 70 setiap harinya. Selain itu, juga dibuka swab tes antigen gratis bagi seluruh peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021 Kabupaten Banyumas.

“Hanya cukup menunjukan tanpa peserta CPNS, maka bisa mendapatkan swab tes antigen gratis di Puskesmas terdekat,” jelas Bupati.

Persyaratan untuk swab tes antigen gratis bagi CPNS antara lain harus menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang merupakan warga Banyumas asli serta menunjukan kartu ujian sebagai peserta CPNS.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan, meskipun Banyumas sudah masuk level 3 dan mulai ada kelonggaran-kelonggaran, namun diharapkan masyarakat tidak menjadi lengah dan euforia berlebihan. Kelonggaran yang mulai diberlakukan antara lain, mall dan supermarket mulai diperbolehkan buka hingga pukul 21.00 WIB, dengan catatan jumlah pengunjung maksimal 50 persen.

Selain itu, tempat ibadah juga sudah diperbolehkan buka, dengan kapasitas 50 persen. Untuk resepsi pernikahan juga sudah diperbolehkan digelar, tetapi jumlah undangan dibatasi maksimal 20 orang dan tidak diperbolehkan makan serta minum di lokasi resepsi.

“Khusus untuk kegiatan budaya, olah raga, sosial kemasyarakatan masih belum diperbolehkan, kecuali untuk olah raga di ruang terbuka,” terangnya.

Salah satu warga Kota Purwokerto, Driyanto mengatakan, kelonggaran yang mulai diberlakukan sangat melegakan banyak pihak. Meskipun ada ketentuan pengunjung mal harus sudah vaksin, namun hal tersebut tidak menjadi masalah, mengingat sebagian besar warga juga sudah mengikuti.

“Tidak apa-apa syarat ke mall harus vaksin, yang penting mall sudah mulai buka dan wisata serta tempat hiburan juga sudah buka, sehingga bisa untuk refresing,” tuturnya.

Lihat juga...