Melanggar Prokes, PTM Terbatas di SDN 05 Jagakarsa Dihentikan 

Pelajar menumpang Bus Sekolah Gratis usai mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMKN 15 Jakarta, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jakarta, Jumat (3/9/2021) - Foto Dok Ant
JAKARTA – Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, menghentikan sementara kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas  tahap 1 di SDN 05 Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kebijakan tersebut diterapkan, karena dinilai melanggar aturan dan ketentuan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana memastikan, jajarannya telah menyelidiki pihak SDN 05 Jagakarsa, Jakarta Selatan, setelah tersebarnya video yang menunjukkan adanya pelanggaran aturan berupa tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan. Terlihat adanya aktivitas tidak memakai masker dengan benar, selama proses pembelajaran berlangsung.

Nahdiana menegaskan, akan menghentikan sekolah yang melanggar protokol kesehatan sesuai peraturan yang berlaku. “Dihentikan sementara, karena tidak sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku untuk dievaluasi kembali,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, Sabtu (4/9/2021).

Penutupan sementara ini diharapkan menjadi pembelajaran untuk setiap satuan pendidikan, agar mematuhi ketentuan yang ditetapkan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Dan juga memenuhi kedisiplinan protokol kesehatan, terutama untuk keamanan anak dan warga sekolah lainnya.

Nahdiana mengungkapkan, aturan penghentian sementara PTM Terbatas Tahap 1 ini telah dituangkan pada Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta No. 883 Tahun 2021, tentang Penetapan Satuan Pendidikan yang Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pembelajaran Campuran Tahap 1 pada Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

Dalam aturan tersebut, Satuan Pendidikan yang tidak melaksanakan kewajiban perlindungan kesehatan bagi warga satuan pendidikan, dilakukan penghentian sementara kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pembelajaran Campuran Tahap 1. Pada masa penghentian sementara, Disdik DKI Jakarta akan melakukan proses verifikasi kembali, sampai satuan pendidikan tersebut dinyatakan siap melaksanakan PTM Terbatas. “Kami akan terus berkomitmen melakukan monitoring dan evaluasi agar hal serupa tidak terjadi lagi,” kata Nahdiana. (Ant)

Lihat juga...