Membuat Sabun Cuci Tangan Ternyata Mudah, Yuk Buat Sendiri di Rumah

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Salah seorang praktisi pembuat sabun dari minyak jelantah, Josh Handani, di Yogyakarta, Jumat (24/9/2021). Foto: Jatmika H Kusmargana

YOGYAKARTA — Munculnya pandemi Covid-19 sejak beberapa tahun terakhir, diakui telah mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat setiap hari. Salah satu yang masif dilakukan adalah mencuci tangan dengan sabun. Tak heran, kebutuhan akan produk kesehatan ini kian hari semakin tinggi.

Untuk menekan kebutuhan akan sabun tersebut, masyarakat sebenarnya bisa membuat sendiri secara mandiri. Selain prosesnya cukup mudah, bahan utama juga sangat murah, karena bisa memanfaatkan limbah rumah tangga, berupa minyak jelantah.

Salah seorang praktisi pembuat sabun dari minyak jelantah, Josh Handani menyebut kualitas sabun dari minyak jelantah tidak kalah dengan buatan pabrikan pada umumnya. Hal itu dikarenakan secara umum bahan pembua memang berasal dari minyak, termasuk seperti jelantah.

“Saya sudah membuktikan sendiri. Selama hampir 2-3 tahun ini saya tidak perlu membeli sabun karena bisa membuatnya sendiri. Setiap orang juga pasti bisa. Karena pasti memiliki limbah minyak jelantah di rumah,” katanya.

Lalu bagaimanakah proses sederhana pembuatan sabun dari minyak jelantah? Josh mengatakan hal yang pertama harus dilakukan adalah menyiapkan bahan-bahannya. Antara lain minyak jelantah, karbon aktif, soda api, air destilasi, serta pewangi seperti minyak atsiri atau fragrance oil.

“Untuk membuatnya, pertama minyak jelantah  kasih rendaman karbon aktif selama 24 jam. Setelah warnanya agak terang, lalu kita saring,” katanya.

Bersamaan dengan itu, siapkan soda api sebagai bahan pengental sabun, dengan air. Aduk rata sampai agak jernih. Biasanya dalam proses pencampuran ini suhu akan sedikit meningkat. Sehingga harus ditunggu hingga mencapai suhu ruangan.

“Setelah itu campur soda api yang telah dicampur air tadi dengan jelantah. Perbandingannya 4 banding 1. Lalu aduk rata, sambil masukkan pewarna dan pewangi alami. Setelah itu tuangkan dalam cetakan, misalnya nampan. Tunggu sampai mengeras,” katanya.

Jika sudah mencapai 24 jam, sabun langsung bisa digunakan sebagai sabun cuci biasa. Namun untuk menjadi sabun mandi, harus ditunggu sekitar tiga minggu.

Sementara itu, salah seorang warga Banyuraden Gamping Sleman, Rini Puspitasari, menyebut pemanfaatan minyak jelantah sebagai sabun ini dapat menjadi solusi untuk mencukupi kebutuhan sabun skala rumah tangga. Sehingga masyarakat tidak perlu lagi membeli sabun.

“Yang lebih penting lagi, limbah berupa minyak jelantah bisa dikurangi. Sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan, jika dibuang secara sembarangan,” ungkapnya.

Lihat juga...