Menikmati Kesunyian Wisata Mangrove di Ujung Sumatera

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Wilayah Bakauheni menjadi kawasan ujung selatan Pulau Sumatera yang kaya wisata bahari. Potensi bentang alam nan mempesona paduan bahari, perbukitan dan kontur alam menawan seperti surga bagi pecinta wisata minat khusus. Spot kekinian yang kerap dijadikan tempat rekreasi keluarga dikenal dengan mangrove Pegantungan.

Hasanudin, warga di sekitar lokasi wisata mangrove Pegantungan menyebut, spot itu sudah lama ada. Namun fase pasang surut air laut berimbas pada area pasir ditutupi oleh air.

Hasanudin, warga sekaligus nelayan yang tinggal di dekat kawasan mangrove Pegantungan, Bakauheni, Lampung Selatan, Minggu (5/9/2021) – Foto: Henk Widi

Saat surut terjauh, pasang tonda, warga bisa menikmati suasana kesejukan, kesunyian vegetasi mangrove. Saat akhir pekan warga mengajak keluarga berwisata, makan bersama di rerimbunan vegetasi mangrove.

Spot wisata itu sebut Hasanudin ada di Dusun Pegantungan, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan.

Akses bisa ditempuh dari Pelabuhan Bakauheni menyusuri jalan desa. Infrastruktur memadai berupa jalan aspal, rigid beton memungkinkan semua kendaraan bisa masuk. Kendaraan mobil, motor bisa menjangkau lokasi hingga tepi pantai dengan waktu tempuh setengah jam.

“Spot wisata mangrove yang tumbuh alami belum dikelola secara maksimal sehingga masih digratiskan. Siapa pun bisa menikmati suasana keindahan mangrove Pegantungan asal tetap menjaga kebersihan dan tidak merusak alam. Karena sejatinya mangrove dijaga sebagai kawasan konservasi,” terang Hasanudin saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (5/9/2021).

Mangrove didominasi bakau dan api api sebut Hasanudin menawarkan keindahan. Sebagai eko wisata atau wisata berbasis alam, bakau tidak lepas dari kearifan lokal masyarakat nelayan.

Penamaan wilayah Bakauheni bahkan sebutnya tidak lepas dari historis keberadaan bakau sebagai habitat bangau. Bakauheni sebutnya berasal dari kata tanaman bakau dan heuni dalam bahasa Lampung bangau.

Keindahan mangrove sebut Hasanudin berpadu dengan pasir putih bisa menjadi spot wisata edukasi. Pasalnya lokasi itu tepat berada dekat dengan area labuh jangkar atau anchor kapal ferry.

Pengunjung bisa melihat kapal-kapal ferry berukuran lebih dari 5.000 GT melakukan labuh jangkar. Melihat sejumlah nelayan sandar di sekitar muara sungai Pegantungan.

“Banyak pengunjung datang untuk menyalurkan hobi berfoto, sebagian mempelajari dan mencatat jenis mangrove yang tetap lestari,” ujarnya.

Pemandangan alam di pantai wisata mangrove Bakauheni sebutnya sangat beragam. Menghadap ke arah selatan dan barat pengunjung bisa menikmati suasana perbukitan Desa Kelawi.

Sisi timur dan utara bisa dipandang gugusan pulau Kandang Balak, Pulau Rimau Balak dan perairan Selat Sunda. Bagi pengunjung yang mengajak anak-anak, lokasi pantai yang dipenuhi pasir cocok untuk bermain.

Penamaan Pegantungan sebagai dusun sebut Hasanudin juga jadi nilai historis. Pegantungan dalam bahasa lokal setempat merupakan nama sebuah jenis vegetasi mangrove yang dikenal dengan api api atau Avicennia.

Mangrove jenis pegantungan memiliki fungsi untuk menggantung peralatan nelayan. Jenis perahu ketinting nelayan lengkap dengan katir bahkan bisa disandarkan, digantung pada pohon pegantungan.

“Pengunjung bisa membeli ikan dari nelayan pemancing lalu dibakar untuk acara bancakan,” ulasnya.

Pesona keindahan mangrove menjadi daya tarik bagi Hanifah dan keluarganya. Ia menyebut wisata alam menjadi destinasi alternatif tanpa harus mengeluarkan uang.

Ia mengaku sebelumnya wisata hanya dilakukan pada sejumlah pantai di Bakauheni, Kalianda yang berbayar. Namun keberadaan wisata alam mangrove Pegantungan jadi spot menarik.

“Awalnya dengar dari kerabat adanya spot wisata baru kekinian, penasaran dan ternyata lokasinya menarik untuk dikunjungi,” ulasnya.

Hanifah bersama suami dan sang anak datang membawa motor dan bekal. Setelah menggelar tikar ia bisa menikmati suasana pantai yang sejuk lalu makan bersama dengan bekal yang ada.

Hamparan pasir yang luas dan bersih membuat ia bisa membiarkan sang anak bermain. Membuat rumah pasir, menggambar di atas pasir dan berlarian pada area pasir jadi hal menyenangkan.

Kesejukan angin laut yang menerpa dedaunan mangrove jadi magnet bagi Stevani. Warga asal Bandar Lampung itu menyebut mendatangi spot wisata mangrove Pegantungan.

Suasana sunyi berpadu dengan suara sirine kapal memecah keheningan di sela-sela pohon mangrove. Ia bisa menikmati suasana pantai yang bersih dan rumah pohon di antara tanaman api-api.

Udara bersih, sejuk sebutnya berpadu dengan kicauan burung. Habitat burung pada tanaman mangrove sebutnya menghadirkan suasana di alam bebas.

Setelah melakukan aktivitas selama sepekan, berkunjung ke wisata mangrove Pegantungan bisa menjadi pelepas penat.

Melakukan relaksasi pikiran dengan mendengar ombak, bisikan angin dan nyanyian burung jadi alternatif kala berada di wisata mangrove Pegantungan.

Lihat juga...