Menikmati Sebungkus Nasi Bakar Ayam yang Higienis

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA –  Nasi bakar ayam bisa menjadi pilihan menu yang mengenyangkan dengan cita rasa lezat dan higienis. Karena nasi bertabur bumbu rempah dan suwiran ayam itu dibakar dalam kondisi terbungkus rapat daun pisang.

Bau hangus daun pisang yang terbakar juga menebarkan aroma nikmat yang menggugah selera penikmat nasi bakar ayam.

“Nasi bakar bumbu rempah dan suwiran daging ayam ini rasanya gurih dan pedas merata saat disantap. Karena saat diolah semua bumbu dan suwiran ayam diaduk dengan nasi, lalu dibungkus daun pisang, dikukus dan berlanjut dibakar,” ujar Yati, pedagang nasi bakar kepada Cendana News  ditemui di warungnya di Jalan Kalisari 3, Jakarta Timur, Sabtu (11/9/2021).

Yati memperlihatkan nasi bakar ayam berbungkus daun pisang di warungnya di Jalan Kalisari 3, Jakarta Timur, Sabtu (11/9/2021). Foto: Sri Sugiarti.

Meskipun kuliner ini terlihat ribet karena harus dibakar dengan balutan daun pisang, tapi menurutnya cara membuatnya sangat mudah.

Diolah dengan dicampur beragam rempah dapur, seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, bawang bombay, daun salam, cabai merah, garam dan penyedap rasa.

Semua bumbu tersebut dihaluskan terlebih dulu, lalu dimasak hingga beraroma wangi. Kemudian masukkan suwiran daging ayam, aduk merata, dan angkat.

Kemudian campurkan dengan nasi putih dan aduk lagi sampai merata. Selanjutnya, bungkus dengan daun pisang, lalu kukus di dandang selama 15 menit.

“Setelah dikukus, lalu nasi bungkus itu bakar di atas kompor hingga daun pisangnya terlihat hangus dengan menebarkan aroma wangi,” ujar perempuan kelahiran Pangandaran, Jawa Barat, 47 tahun ini.

Dengan aroma wangi yang menggugah selera itu menurutnya, nasi bakar ayam siap disajikan kepada pembeli. Harga sebungkus nasi bakar ini murah cuma Rp 10.000.

Menurut dia, banyak penikmat nasi bakar yang membeli di warungnya. Mereka rata-rata pekerja dan ibu-ibu rumah tangga yang ingin makan simpel, tetapi mengenyangkan dan bergizi.

“Nasi bakar ini menu sehat, bisa dinikmati untuk sarapan pagi, makan siang maupun malam. Alhamdulillah ya laris dagangan saya setiap harinya,” ujar Yati.

Saat ini kata dia, baru tersaji nasi bakar suwir daging ayam. Ke depan dirinya akan menampilkan nasi bakar dengan ragam isian.

“Insyaallah nanti lebih lengkap pilihan isian nasi bakar ayamnya. Tapi pilihan menu lain sih ada, seperti pepes tahu, pepes ikan pedas dan lainnya. Ya untuk pelengkap menu dagangan saya, karena suka banyak yang cari juga,” ujarnya.

Penggemar nasi bakar, Ranti mengaku, kerap membeli untuk sarapan pagi keluarga.

Menurut Ranti, nasi bakar lebih terjamin kebersihannya dibandingkan nasi rames yang baru dibungkus saat membeli. Sebab, proses akhir dari nasi bakar adalah dibakar setelah dibungkus, sehingga lebih aman dari kemungkinan terkena kuman.

“Saat tidak sempat memasak di rumah, nasi bakar ayam bisa dinikmati untuk sarapan atau makan malam ya, satu bungkus saja sudah kenyang. Harganya murah, rasanya nikmat dan lebih higienis, aman untuk dikonsumsi,” ujar Ranti.

Dikatakan Ranti, nasi bakar ini menu sederhana tetapi sangat menarik untuk dicicipi. Karena tidak hanya kuat dengan kesan alaminya, yakni menggunakan daun pisang sebagai pembungkus nasi.

“Tapi bau hangus daun pisang yang terbakar itu, menebarkan aroma nikmat. Aroma inilah yang menggugah selera makan,” ujarnya.

Lihat juga...