Metode SRI, Cara Mudah Tanam Padi dalam Pot

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Ketahanan pangan terus digaungkan di masa pandemi Covid-19. Setiap rumah tangga, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pangan dari rumahnya sendiri. Tidak hanya sayur mayur, namun juga padi, yang menjadi makanan pokok.

“Seiring adanya terobosan pertanian, termasuk muncul varietas unggulan, kini menanam padi juga tidak harus di sawah. Khususnya dalam skala kecil rumah tangga, yakni menanam padi di polybag atau pot,” papar Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, saat dihubungi di Semarang, Senin (20/9/2021).

Dipaparkan, pihaknya pun sudah melakukan uji coba penanaman, termasuk di taman Balai Kota Semarang, dengan harapan makin banyak masyarakat yang melihat, sehingga tertarik untuk melakukan hal serupa.

“Kita sudah pernah panen padi di polybag, kini juga mau panen lagi. Harapannya, dengan adanya contoh tersebut, masyarakat bisa tertarik dan ikut melakukan hal senada. Dengan menanam berbagai sayur mayur di rumah, termasuk padi, dalam mencukupi kebutuhan pangan,” ucapnya.

Dipaparkan, menanam padi dengan pot atau polybag mempunyai sejumlah keuntungan, salah satunya tidak mengenal musim dan memudahkan dalam perawatan.

“Kita pun rutin menggelar pelatihan terkait budi daya pertanian, termasuk padi dalam pot ini,” terangnya.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, saat dihubungi di Semarang, -Dok: CDN

Sementara, Kepala UPTD Kebun Dispertan Kota Semarang, Juli Kurniawan, memaparkan dalam pelatihan budi daya padi dalam pot, pihaknya menerapkan metode System of Rice Intensification (SRI).

“Metode SRI merupakan teknik budi daya tanaman padi dengan cara mengubah pengelolaan tanaman, tanah, air dan unsur hara,” terangnya.

Dijelaskan, dengan metode tersebut,  media tanam digunakan berupa tanah, pupuk dan cocopeat, dengan komposisi 6: 3:1. Artinya, jika menggunakan 6 kilogram tanah, harus dicampur dengan 3 kilogram pupuk dan satu kilogram cocopeat.

Lihat juga...