Modal Kita, Bantu Warga Trirenggo Memulai Usaha di Masa Pandemi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Keberadaan unit usaha simpan pinjam Modal Kita, yang dijalankan Yayasan Damandiri di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Trirenggo, Bantul, Yogyakarta, diakui mampu menjadi angin segar bagi sejumlah warga yang mengalami himpitan ekonomi selama masa pandemi 2 tahun terakhir ini.

Pasalnya, sejumlah warga yang sebelumnya tak bekerja dan memiliki pendapatan, bisa memanfaatkan akses pinjaman lunak tanpa agunan yang dimiliki Unit Usaha Modal Kita Koperasi Gemah Ripah, untuk memulai usaha baru. Baik itu warung angkringan, warung soto dan lain sebagainya untuk mendapatkan penghasilan sehari-hari.

Hal itu diungkapkan pengurus unit usaha simpan pinjam Modal Kita tingkat dusun, Verawati, yang merupakan Ketua Unit Tabur Puja Kelompok Posdaya Makmur Sejahtera, di Dusun Gandekan, Desa Trirenggo, Bantul.

Verawati merupakan pengurus kelompok unit Tabur Puja yang membawahi sebanyak 70-an anggota nasabah di sebanyak 7 sub kelompok wilayah kampung Manding, Gandekan dan Sabdodadi.

“Selama pandemi ini banyak warga yang membutuhkan modal untuk memulai usaha baru, seperti misalnya berjualan. Jadi adanya unit simpan pinjam Modal Kita yang dijalankan Koperasi Gemah Ripah ini sangat membantu. Karena warga jadi bisa mendapatkan modal dengan cepat dan mudah,” ungkapnya kepada Cendana News, Senin (27/9/2021).

Menurut Verawati, banyak warga memilih mengakses pinjaman modal usaha di unit Modal Kita Koperasi Gemah Ripah, karena persyaratannya yang mudah dan cepat. Selain itu, menurutnya plafon maupun bunga yang ditawarkan koperasi juga sangat bersaing dengan pinjaman lain.

“Yang jelas itu kalau meminjam di unit koperasi ini kan sudah saling kenal. Karena hanya tetangga sekitar. Jadi ada unsur kekeluargaan. Beda dengan pinjaman-pinjaman lain yang kebanyakan dari luar desa,” ungkapnya.

Selain mengakses pinjaman dengan adanya unit usaha simpan pinjam Modal Kita, warga diketahui juga bisa menyisihkan sebagian pendapatannya untuk menabung setiap bulannya. Biasanya mereka menabung pada saat membayar cicilan bulanan ke ketua sub kelompok maupun ketua kelompok masing-masing.

“Di sini banyak warga yang menabung. Walaupun hanya sedikit-sedikit. Seperti misalnya Rp10r ibu atau Rp20 ribu per bulan. Tapi ternyata hasilnya lumayan. Biasanya mereka akan mengambil tabungan saat hari raya. Sekali ambil ada yang bisa dapat sampai Rp200 ribu lebih,” katanya.

Lihat juga...