Mpo Royanih Angkat Goreng Garem Khas Bekasi Jadi Produk UMKM

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Melalui tangan Mpo Royanih Sriyanih, goreng garem makan khas Bekasi ini menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Ia mengolah makanan tradisional orang Bekasi itu menjadi produk menarik melalui dua kemasan untuk kemudian dipasarkan secara online dan offline.

“Fokus mengembangkan goreng garem sebagai produk utama saya lakukan sejak lima tahun terakhir ini. Saya berkeinginan agar makanan tradisional khas orang Betawi ‘Ora’ ini bisa jadi ikon oleh oleh khas Bekasi,” ungkap Mpo Royanih, kepada Cendana News ditemui di rumah produksinya, Selasa (21/9/2021).

Mpo Royanih, berproduksi di rumahnya di Kampung Buwek Jaya RT.001/002 Desa Sumberjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Diakuinya jumlah permintaan selama pandemi meningkat drastis karena Goreng Garem dulunya adalah lauk tradisional yang simpel bagi orang Betawi Bekasi.

Menurutnya selama ini memang banyak yang gagal paham dengan goreng garem yang diproduksinya. Karena dikira garam ketika mereka makan tidak ada garam, hanya goreng bawang yang dicampur rempah. Tapi mereka setelah makan banyak yang mengakui suka apalagi saat dijadikan lauk makan.

“Goreng Garem itu, makanan tradisional khas orang Bekasi. Saya hanya memodifikasi resep leluhur dari nenek, harus dipahami namanya dari dulu orang Betawi Bekasi menyebut goreng garem tapi itu bukan garem di goreng, ya,”jelas Mpo Royanih, mengakui bahwa goreng garem sebenarnya adalah bawang goreng diberi bumbu.

Dia mengisahkan, dulu zaman susah orang Betawi Bekasi tak ada lauk, hanya punya cabai garam dan bawang, lalu bahan baku itu digoreng atau ditumis begitu saja dan buat menjadi lauk makan. Oleh Mpo Royanih dimodifikasi agar lebih menyesuaikan dengan selera sekarang.

Diakuinya saat ini produk tradisional Goreng Garem yang diproduksinya sekarang belum begitu boming. Tapi hal itu menjadikan tantangan tersendiri baginya bagaimana kudapan tradisional orang asli Bekasi ini bisa populer dan dikenal, bahkan menjadi salah satu oleh-oleh khas Bekasi.

Saat ini Mpo Royanih, mengaku membuat produk Goreng Garem yang diproduksinya menjadi dua kemasan dengan kemasan ukuran 100 gram dan 200 gram menggunakan toples dan bahan aluminium foil. Karena untuk masuk pasar UMKM harus melalui branding dengan kemasan menarik.

Untuk harga jual sendiri Mpo Royanih mengakui dengan ukuran 100 gram harga Rp20 ribu/toples. Beda hanya Rp2.000 jika menggunakan kemasan aluminium foil dengan brand lebih menarik. Untuk ukuran 200 gram dijual Rp30 ribu.

“Alhamdulillah, peminatnya cukup banyak sebulan saya bisa produksi lebih dari 25 kilogram semuanya habis,” pungkasnya mengaku juga memproduksi piyek dan makanan ringan lainnya sebagai pendamping.

Mpo Royanih mengangkat makanan khas orang Bekasi Goreng Garem jadi produk UMKM. Ia bertekad ingin membawa Goreng Garem menjadi salah satu dari ikon oleh-oleh khas Bekasi, Selasa (21/9/2021). Foto: Muhammad Amin

Terpisah, Ketua UMKM Tambun Selatan Irwanto mengakui bahwa produk Goreng Garem merupakan binaan. Memiliki nama yang unik menjadikan goreng garem cukup diminati dan memiliki potensi sebagai salah satu ikon khas oleh-oleh khas Bekasi.

“Goreng Garem ini asli produk tradisional khas orang Bekasi yang dimodifikasi oleh Mpo Royanih agar bisa menyesuaikan selera kekinian. Goreng Garem ini memiliki potensi dikembangkan jadi produk khas Bekasi, dan menjadi salah satu oleh -oleh khas Bekasi,” tukasnya.

Lihat juga...