MUI: Produksi Pangan Perlu Ditopang Teknologi

Editor: Koko Triarko

Ketua MUI Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat, Lukmanul Hakim, pada webinar MUI di Jakarta yang diikuti Cendana News, Jumat (30/10/2020). –Dok: CDN

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap upaya peningkatan produksi pangan didorong dengan modernisasi teknologi pertanian dan kolaborasi multisektor.

Ketua MUI Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat, Lukmanul Hakim, mengatakan sektor pertanian perlu didorong dan ditopang dengan modernisasi teknologi pertanian dalam menghadapi persaingan pangan global.

Apalagi, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi besar untuk menjadi produsen pangan dunia. Diharapkan dengan kondisi iklim tropis, Indonesia dapat kembali memperkuat sektor agraris untuk menjadi produsen pangan, hortikultura, dan produk pertanian lainnya.

“Seiring berlakunya pasar bebas atau globalisasi, maka sektor pertanian perlu didorong dengan modernisasi teknologi pertanian,” ujar Lukman, kepada Cendana News saat dihubungi Senin (20/9/2021).

Karena, menurutnya pasar bebas berdampak pada arus barang termasuk produk pertanian,  termasuk bahan pangan pokok akan makin bebas dan mudah memasuki  wilayah Indonesia. Kondisi tersebut, tentu akan menjadi ancaman bagi para petani.

Maka itu, pertanian nasional harus mampu meningkatkan jumlah produksi. Sehingga tercapai kecukupan pangan nasional,  meningkatkan efisiensi biaya produksi dan produk pertanian memiliki daya saing.

Sehingga, menurutnya untuk lebih meningkatkan produksi pertanian dan  ketahanan pangan diperlukan kolaborasi multisektor, melibatkan pemerintah, petani dan pemangku kepentingan.

“Dengan sinergi dan kolaborasi multisektor, produksi dan ketahanan pangan akan meningkat signifikan dalam pemenuhan kebutuhan nasional. Bahkan, diharapkan bisa ekspor,” ujar Lukman Hakim yang merupakan Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Ekonomi dan Keuangan.

Selama ini, kata dia, ketersediaan pangan ada di petani, tapi sayangnya mereka tidak memiliki akses ke pasar. Ini berdampak pada harga pangan di petani menjadi murah.

Sementara itu, masyarakat di perkotaan juga tidak memiliki akses ke sumber pangan yang mengakibatkan harga pangan mahal.

Maka itu, kebijakan pemerintah dalam ketahanan pangan adalah memastikan petani tetap berproduksi dan berpenghasilan.

Selain itu juga harus diperhatikan, yakni kesediaan pangan dan stabilitas harga, optimalisasi pemanfaatan pangan lokal,  kelancaran distribusi juga menjaga daya beli masyarakat dan pengembangan teknologi.

“Sektor pangan menjadi isu global di tengah pandemi Covid-19. Maka itu, sektor pertanian perlu ditopang dengan modernisasi teknologi pertanian dalam menghadapi persaingan pangan global,” pungkasnya.

Lihat juga...