Nasi Tutug Oncom Digemari Segala Usia

Editor: Makmun Hidayat

BOGOR — Nasi tutug oncom adalah salah satu makanan tradisional Jawa Barat. Berawal dari upaya masyarakat beradaptasi pada kesulitan ekonomi, dengan mengupayakan makanan murah meriah, nasi tutug oncom kini sudah menjadi salah satu daya tarik kuliner.

Pegiat kuliner Ina Permana menyebutkan nasi tutug oncom atau akrab disebut nasi T.O, di zaman dulu adalah kreasi masyarakat dalam menyikapi susahnya mencari bahan pangan. Terutama karena faktor ekonomi.

“Dari cerita yang mengalir dari orangtua, nasi tutug ini merupakan nasi masa susah. Tidak ada uang untuk membeli lauk. Akhirnya, menyediakan lauk dengan bahan yang murah, yaitu oncom. Dan dulunya hanya dicampur garam saja. Beda dengan sekarang, yang menggunakan berbagai bumbu dan lauk pelengkap, sudah menjadi daya tarik khas makanan sunda,” kata Ina saat dihubungi Cendana News, Sabtu (4/9/2021).

Pegiat kuliner Ina Permana, Sabtu (31/7/2021). -Foto Ranny Supusepa

Tutug oncom, jelasnya, adalah oncom yang dibakar lalu ditumbuk dan dicampurkan dengan bumbu halus. Pilihannya, bisa pedas atau tidak, tergantung pada banyaknya cabe yang dipergunakan.

“Aslinya nasi tutug oncom ini dibakar oncomnya. Lalu ditumbuk. Tapi banyak juga, kalau hanya untuk memasak di rumah, oncomnya digoreng. Karena mungkin males repot. Setelah itu dihancurkan, baru dimasukkan ke tumisan bumbu,” ucapnya.

Bumbunya sendiri, menurut Ina, hanya bawang merah, bawang putih, cabe rawit dan kencur. Semuanya diulek hingga halus lalu ditumis hingga harum, dengan api kecil.

“Ada yang menyajikan nasi tutug oncom ini langsung begitu setelah nasi diaduk dengan oncomnya. Tapi ada juga yang dibakar, setelah dibungkus dengan daun pisang. Kalau dibakar, wanginya akan lebih terasa,” ucapnya lagi.

Untuk penyajiannya, nasi tutug oncom bisa dimakan begitu saja dengan lalapan.

“Tapi dengan berkembangnya nasi tutug oncom ini, kalau untuk di tempat makan, paling tidak selain lalapan ada gorengan tahu atau tempe yang menyertai. Tak jarang, di restoran besar ada yang menggabungkan dengan ikan goreng atau ayam goreng,” kata Ina.

Najwa, penjual nasi tutug oncom bakar di Cariu, Jonggol, Bogor Timur, Sabtu (4/9/2021). Foto Ranny Supusepa

Penjual nasi tutug oncom, Najwa menyebutkan dirinya tidak mengkhususkan menjual nasi tutug oncom. Tapi dalam salah satu pilihan nasi bakarnya, ada yang nasi tutug oncom.

“Tiap hari, saya bawa 4 jenis. Masing-masing 20 bungkus. Biasanya, yang habis duluan itu nasi tutug oncom. Selain paling murah, mungkin warga sekitar suka dengan rasanya,” kata Najwa sambil melayani pembeli di Pasar Cariu.

Ia menyebutkan nasi tutug oncom merupakan makanan yang dikenal, bukan hanya dari golongan usia tua. Tapi juga dikenal dan disukai generasi muda.

“Bahkan anak-anak kecil pun menyukainya. Paling tambahannya, gorengan tahu atau tempe. Dan karena pembelinya juga ada anak kecil, saya bikin nasi tutugnya dan nasi lainnya tidak pedas. Tapi saya sediakan sambal di plastik terpisah,” pungkasnya.

Lihat juga...