Nelayan di Flotim Lepaskan Penyu Lekang Terjaring Pukat

Editor: Koko Triarko

LARANTUKA – Nelayan di Desa Lamawalang, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur,  Nusa Tenggara Timur,  melepaskan seekor penyu yang terjaring pukat milik nelayan di perairan depan desanya, saat malam hari.

“Penyu Lekang tersebut terjaring pukat saat malam, dan Senin (6/9) sekitar pukua 06.30 WITA sudah dilepas ke laut dengan selamat,” sebut Kepala Kantor Yayasan Misool Baseftin Flores Timur, Maria Yosefa Ojan, saat dihubungi, Rabu (8/9/2021).

Evi, sapaannya, memperkirakan penyu tersebut terjaring pukat sekitar jam 5 pagi, dan setelah pukat ditarik, nelayan kaget menemukan penyu tersebut.

Penyu tersebut dibawa ke pesisir pantai, lalu dilepaskan dari pukat dan langsung dilepas ke laut dengan selamat.

Kepala Kantor Yayasan Misool Baseftin Flores Timur, NTT, Maria Yosefa Ojan, saat ditemui di Desa Lewotobi, Kecamatan Ile Bura, Sabtu (28/8/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Ia mengatakan, biasanya sejak bulan Juni hingga Agustus setiap tahunnya nelayan sering menemukan penyu, pari manta maupun hiu paus terkena pukat hanyut yang dilepas nelayan.

“Biasanya nelayan melepas pukat hanyut saat malam hari, dan subuhnya waktu pukat mau ditarik, baru ditemukan ada ikan atau penyu yang terkena jaring,” ujarnya.

Evi mengakui para nelayan di Flores Timur hampir semuanya sudah mengetahui mengenai hewan-hewan laut yang dilindungi seperti ikan dan mamalia laut lainnya.

Lanjutnya, bila ikan dan mamalia laut tersebut terkena jaring, nelayan akan melaporkan kepada Dinas Perikanan atau Anggota Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas).

Sementara itu Kepala Bidang Pengawasan Sumber Daya Perikanan dan Perizinan Usaha, Dinas Perikanan Kabupaten Flores Timur, Apolinardus Yosef Lia Demoor, mengakui penyu, ikan besar dan mamalia laut sering terkena jaring nelayan.

Dus, sapaannya, mengatakan biasanya hiu paus dan pari manta sering terkena pukat hanyut dan nelayan pun sudah mengetahui cara melepaskannya ke laut, meskipun pukatnya mengalami kerusakan.

“Seekor hiu paus kembali terjaring pukat nelayan pada Kamis (2/9). Hiu paus ini terkena pukat hanyut yang dilepas nelayan di perairan Pulau Solor,” terangnya.

Dus menjelaskan, hiu paus ini pun sudah dilepaskan ke laut oleh nelayan dengan terlebih dahulu memotong pukat, agar hiu paus bisa keluar dari pukat.

Biasanya, pari manta yang sering mati terkena pukat hanyut, sementara penyu dan ikan besar lainnya jarang yang mati dan bisa diselamatkan.

“Biasanya nelayan melaporkan mengenai kejadian ikan dan mamalia laut yang terkena jaring dan berhasil dilepaskan. Bila pukat nelayan rusak, kami akan menggantinya,” ungkapnya.

Lihat juga...