Niat Bantu Keluarga Buahkan Prestasi Menulis Novel

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Terlahir dari keluarga sederhana dengan ekonomi pas-pasan, tak menjadi alasan untuk terus berkarya. Bahkan, kondisi itu oleh sebagian orang menjadi pemantik dalam memunculkan kreativitas, dengan melahirkan karya fenomenal agar bisa keluar dari keterbatasan dan meraih mimpi.

Hal itulah yang menjadi alasan Indra Kurniawan, penulis novel, siswa kelas X SMA Negeri 1 Kota Bekasi, Jawa Barat. Berangkat dari keterbatasan ekonomi keluarganya dan keinginan kuat Indra untuk membantu memberi uang jajan dua adiknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar, dan satu lagi masih berusia 6 tahun, membuatnya terus menggali bakat menulisnya.

Bakat menulis Indra dimulai sejak duduk di bangku kelas IX SMP. Bak gayung bersambut, setelah Indra berhasil masuk salah satu sekolah favorit di SMA Negeri 1 Kota Bekasi, bakatnya terus meningkat dan akhirnya menarik perhatian guru pembimbing yang kemudian memberi pendampingan dan mengarahkannya.

“Tugas sekolah itu utamanya adalah memberi pendidikan akademis dan mengembangkan bakat peserta didik. Kami melihat ada bakat pada Indra Kurniawan dalam bidang tulis menulis, dan melaporkan kepada Kepala Sekolah. Akhirnya, oleh kepala sekolah ditunjuk satu guru pembimbing, agar bisa mendampingi Indra untuk terus berkarya, saya pun dipilih sebagai pembimbing Indra,” ujar Sukiman, guru pembimbing SMA Negeri 1 kepada Cendana News, Kamis (9/9/2021).

Sukiman, Guru Pembimbing Indra di SMA Negeri 1 Kota Bekasi yang mendampingi dan mengarahkan Indra  dalam menulis novel, Kamis (9/9/2021). –Foto: M Amin

Setelah melihat karya Indra yang masih duduk di bangku kelas X tersebut, Sukiman mengaku kagum. Hingga ia pun tergerak untuk membantu mencetak satu judul, yakni novel ’Heartache’, yang bergaya fiksi remaja tentang kisah cinta, kemudian dipromosikan di sekolah kepada para  guru di SMA 1 sendiri, dan teman di sekolah Indra, bahkan kakak kelasnya pun ikut memesan.

“Alhamdulillah, membuahkan hasil maksimal, banyak yang memesan novel karya Indra. Meski masih kelas X, saat ini sudah lima judul karya Indra, banyaknya pesanan membuatnya jadi semangat terus menorehkan karya cerpen fiksi,” jelas Sukiman.

Dikatakan, bahwa SMA Negeri 1 Kota Bekasi terus memberikan pendampingan kepada siswa yang membutuhkan pendampingan khusus. Sebagai institusi pendidikan, tugas utamanya adalah mendidik. Namun kondisi siswa tentunya beragam, tidak jarang siswa di SMA 1 ekonomi menengah pun punya prestasi.

Menurutnya, untuk melakukan pengembangan prestasi peserta didik, kepala sekolah biasanya menyiapkan pendampingan khusus. Tapi tetap tugas utama siswa adalah belajar, agar nilai akademis tidak tertinggal. Potensi lain yang ada sifatnya hanya membantu, agar bisa diarahkan dan berkembang.

“Prinsipnya ketika peserta didik itu memiliki keterbatasan ekonomi, jika disokong perekonomian saja, diberi seragam atau gratis sekolah saja tentu tidak cukup. Harus disokong dengan lainnya, salah satu mengembangkan bakatnya, agar memberi dampak positif bagi peserta didik itu sendiri,”papar Sukiman.

Sukiman mengakui, bahwa ia pernah bertanya langsung kepada Indra Kurniawan, motivasi menulis novel, dijawabnya tujuan awal dia membuat novel ingin dapat membantu keluarga.

“Indra ini anak tertua, hidup berempat di rumah sederhana. Bapaknya sudah cukup usia dalam kondisi mata rabun. Indra memiliki dua adik kelas 4 SD dan satu lagi masih usia 6 tahun, dia berharap dari menulis novel buat uang saku adiknya,” kisah Sukiman, menggambarkan kondisi Indra.

Indra, di usianya belum genap 17 tahun, sudah bisa berhubungan dengan penerbit dan bisa membuat novel. Diakuinya, bahwa kondisi yang membuat dia berusaha mencari tahu. Kondisi pula membuat ide membuat cerpen, harapannya hanya untuk membantu uang jajan adik dan membantu orang tuanya.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Bekasi, Ekowati, mengakui sistem pendampingan mencari bakat terpendam di sekolahnya yang dipimpin, diterapkan agar menggali potensi peserta didik agar lebih berkembang.

“Pesan saya, jangan takut masuk di SMA Negeri 1 Kota Bekasi, jika memang pintar daftar saja dulu ikuti prosedur. Soal biaya sekolah siap membantu, begitupun setelah lulus tak ada yang dikhawatirkan bagi yang pintar banyak perguruan tinggi yang siap menampung, jika memiliki bakat dan pintar,” pungkas Eko.

Lihat juga...