NPL DCML Cilongok Menurun Selama PPKM

Editor: Makmun Hidayat

BANYUMAS — Saat Non Permorming Loan (NPL) atau kredit macet  beberapa koperasi binaan Yayasan Damandiri meningkat akibat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), Koperasi Utama Sejahtera Mandiri Cilongok, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas justru mampu menurunkan NPL selama PPKM.

Tercatat, selama dua bulan PPKM, yaitu bulan Juli dan Agustus, NPL di koperasi yang berada di bawah Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Cilongok justru menurun menjadi 3 persen. Padahal sebelum PPKM, yaitu bulan Juli, NPL koperasi tersebut justru pada angka 5 persen.

“Selama PPKM, NPL kita justru menurun menjadi 3 persen berturut-turut selama bulan Juli dan Agustus, padahal pada bulan sebelumnya NPL kita mencapai 5 persen,” kata Asisten Kredit Modal Kita DCML Cilongok, Nuraeni Dian Lestari, Senin (27/9/2021).

Menurunnya NPL tersebut, lanjut Nuraeni, selain karena adanya pendekatan dari pengurus yang intens menjalin komunikasi dengan anggota atau nasabah kredit bantuan Modal Kita, juga karena pencairan dilakukan dengan lebih ketat. Pencairan kredit baru hanya diberikan kepda anggota lama yang terbukti tetap lancar dalam membayar angsuran pinjaman.

Sehingga mulai bulan Juli hingga saat ini, pencairan kredit bantuan Modal Kita lebih banyak melayani nasabah lama yang melakukan top up pinjaman. Dalam satu bulan rata-rata pencairan hanya terdiri dari 5 – 10 nasabah saja.

“Pencairan kredit bantuan Modal Kita memang lebih selektif, hal itu dilakukan untuk menekan NPL yang sempat mencapai 5 persen sebelum PPKM. Pendekatan secara pribadi serta kunjungan juga sering kita lakukan, untuk menjaga hubungan dengan para nasabah sekaligus mengingatkan mereka akan angsuran yang harus dibayarkan,” tuturnya.

Lebih lanjut Nuraeni menjelaskan, sampai sekarang perputaran Modal Kita di DCML Cilongpk sudah mencapai Rp 1 miliar lebih.

Sementara itu, salah satu nasabah Modal Kita, Tumiarsih mengatakan, bantuan pinjaman Modal Kita sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Cilongok untuk tetap bisa menjalankan usaha mereka di tengah pandemi Covid-19. Sebagian besar warga memanfaatkan bantuan modal tersebut untuk usaha gula, ada juga yang dipergunakan untuk menambah modal warung kelontong dan lainnya.

“Kalau anggota kelompok saya ada 65 orang dan sebagian besar merupakan pelaku usaha gula kelapa dan gula kristal. Kecamatan Cilongok memang merupakan salah satu sentra penghasil gula terbesar di Kabupaten Banyumas, sehingga sebagian besar warga memiliki usaha pengolahan gula,” katanya.

Lihat juga...