Orang Tua Siswa Diminta Waspada Pantau Anak Terapkan Prokes

BEKASI – Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengimbau orang tua peserta didik tetap waspada dan memantau anaknya agar tetap menjaga protokol kesehatan, seiring dimulainya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di wilayah setempat.

“Tidak jumawa, meski sudah divaksin tetap harus mematuhi protokol kesehatan demi menjaga protokol kesehatan. Terpenting adalah bagaimana orang tua siswa ikut berperan mengawasi anaknya dari sisi kedisiplinan menjaga protokol kesehatan,” kata Tri Adhianto, Kamis (2/9/2021).

Dia memastikan pihak sekolah yang melaksanakan PTM terbatas sudah melalui seleksi dan persetujuan dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi, melalui pengajuan proposal terkait kesiapan menggelar pembelajaran tatap muka.

Salah satu persyaratan dalam PTM terbatas jumlah peserta didik 50 persen, begitu pun sarana dan prasarana seperti tempat cuci tangan dan lainnya disediakan, selanjutnya memastikan anak-anak terbiasa untuk tetap menggunakan masker selama di sekolah.

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengimbau orang tua siswa yang mengikuti PTM tetap mengawasi anaknya terutama terkait protokol kesehatan, Kamis (2/9/2021). –Foto: M Amin

“Ketentuan terpenting, tentunya pembatasan, tidak seperti PTM saat normal. PTM terbatas kapasitasnya harus batasi setiap rombel hanya 50 persen secara bergantian, atau lainnya bagaimana teknis sekolah mengaturnya,” jelas Mas Tri.

Menurutnya, sekolah yang diberi izin menggelar PTM terbatas mengacu pada lingkungan RT/RW sekitarnya. Kondisi zonasi sesuai data akan menentukan suatu sekolah diberi izin atau tidak.

Ia juga mengingatkan kepada orang tua peserta didik, untuk mengikuti vaksin. Karena sebagai pendamping siswa akan banyak berinteraksi. Hal itu demi menjaga kemungkinan paparan Covid-19 sebagai bentuk ikhtiar.

“Peranan puskesmas di wilayah sekolah itu sangat dibutuhkan untuk bisa tetap melakukan pengawasan tentang 3T (Testing, Tracking, dan Treatment),” tandasnya.

Jika dalam kegiatan PTM terbatas ditemukan ada kasus, harus langsung bersiap melakukan standarisasi sesuai pembatasan, baik untuk aktivitas warga di wilayah maupun warga di sekolah tersebut.

Mas Tri berharap, peran aktif puskesmas dalam tugasnya dan para pihak terkait yang ada di wilayah sekitar sekolah untuk saling menjaga dan melindungi diri, dengan melakukan protokol kesehatan ketat.

“Khusus para guru dan siswa SMP dan SMA semua sudah divaksin. Karena itu adalah salah satu ikhtiar,” katanya.

Sementara Kepala Sekolah SMP Negeri 30 Jatiasih, Edi, dikonfirmasi terpisah mengakui jika sekolahnya baru mulai PTM hari ini, Kamis 2 September 2021. Sebelumnya telah mengajukan proposal dan telah mendapat surat edaran Disdik dan Kepala Bidang SMP terkait izin.

“Sebagai persiapan, kami sudah membentuk tim Gugus Tugas Covid-19. Peserta didik 12 tahun ke atas dipastikan sudah divaksin, meskipun itu bukan salah satu syarat mengikuti PTM,” jelasnya.

Namun demikian, jelasnya untuk tahap pertama seminggu ke depan akan dimulai dari Kelas VII dengan kapasitas 50 persen dalam satu kelas. Untuk itu, ia pun mengimbau agar orang tua siswa tetap mendampingi ke sekolah.

SMP negeri 30 diketahui memiliki 33 rombel secara keseluruhan. Penerapan PTM terbatas akan dilaksanakan secara bergantian dengan kapasitas 50 persen.

Lihat juga...