Pandemi, BNPB Beri Subsidi UMKM di Mataram

MATARAM  – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), memberikan subsidi atau bantuan kepada 10 kelompok usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan total nilai sebesar Rp650 juta agar mampu bangkit dan pulih di tengah pandemi.

“Bantuan ini bertujuan untuk memulihkan dan membangkitkan kembali ekonomi masyarakat dari pandemi terutama di wilayah terdampak pascabencana gempa bumi 2018,” kata Kasubdit Pemulihan dan Peningkatan Ekonomi BNPB, Makbul di Mataram, Jumat.

Makbul yang ditemui seusai menghadiri penyerahan bantuan stimulan pendampingan ekonomi bagi UMKM secara simbolis oleh Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana dan Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman yang disaksikan oleh tim dari LPPM Unram, BPBD NTB, serta pihak terkait lainnya.

Bantuan stimulan yang diberikan kepada 10 kelompok UMKM tersebut berupa bahan dan alat sesuai dengan kebutuhan dari masing-masing pelaku usaha yang memiliki jenis usaha berbeda-beda. Mulai dari jenis usaha olahan pangan, kerajinan dan pakaian.

“Bantuan tidak berupa uang tunai, melainkan bahan dan alat yang kita nilai bisa lebih tepat sasaran karena kita berikan sesuai kebutuhan,” katanya.

Penjaringan dan pendampingan 10 kelompok UMKM yang mendapat bantuan ini dilakukan oleh LPPM (Lembaga Pengembangan dan Penelitan Masyarakat) Universitas Mataram (Unram), BPBD NTB dan BPBD Kota Mataram.

“Pendampingan akan dilakukan selama dua tahun, dan Unram akan melakukan seleksi lagi terhadap 10 kelompok tersebut mana yang betul-betul ingin maju untuk dilakukan pembinaan pada tahun selanjutnya,” katanya.

Setelah dilakukan pendampingan tahun pertama, lanjut Makbul, pada tahun kedua akan dilakukan pendampingan untuk peningkatan legalitas, kapasitas, kemasan dan pemasaran.

“Pemasaran, menjadi bagian yang tidak kalah pentingnya karena setelah UMKM mampu bangkit dan berproduksi, pemasaran menjadi penentu transaksi yang bisa meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha,” katanya.

Pada tahun ketiga, kelompok UMKM yang telah dibina melalui pendampingan tersebut, akan diserahkan ke masing-masing daerah untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut.

Pelaksanaan program bantuan stimulan pendampingan ekonomi bagi UMKM ini merupakan program kegiatan pascabencana berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UMKM.

“BNPB merangkum ada lima pemulihan yaitu pemulihan perumahan, sektor sosial, sektor ekonomi, dan lintas sektor. Bantuan stimulan ini bagian dari pemulihan untuk sektor ekonomi,” katanya.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor mengatakan, sebanyak 10 kelompok UMKM yang dapat bantuan stimulan itu masing-masing beranggotan 10 orang sehingga jumlah UMKM yang dapat bantuan 100 orang.

Adapun indikator UMKM yang mendapat bantuan adalah UMKM terdampak langsung gempa bumi 2018, memiliki produk yang berprospek ekonomis serta berpeluang dipasarkan secara luas.

“Penentuan UMKM penerima bantuan sudah melalui seleksi dan kajian LPPM Unram. Karena itu, pengawasan dan pendampingan program ini kita lakukan bersama dengan LPPM Unram sehingga tercipta UMKM mandiri,” katanya. (Ant)

Lihat juga...