Pandemi, Pelaku UKM Roti Mulai Dapat Pesanan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Berakhirnya masa PPKM level III beberapa waktu terakhir ini mampu memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha kecil dan mikro skala rumahan. Mulai pulihnya aktivitas masyarakat ini, ternyata mampu mendongkrak usaha warga yang sempat terpukul akibat pandemi.

Seperti dirasakan salah seorang pelaku UKM skala rumahan, Hana Mufida asal Plosokuning, Minomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Ibu 3 orang anak ini merupakan pelaku usaha pembuatan roti tar dengan kreasi hiasan gambar kartun.

Salah seorang pelaku UKM skala rumahan pembuat roti tart, Hana Mufida asal Plosokuning, Minomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta, dijumpai Selasa (28/9/2021) – Foto: Jatmika H Kusmargana

Ia menyebut sejak beberapa minggu terakhir ini, usaha pembuatan roti tar miliknya mulai menerima sejumlah pesanan.

“Saat awal PPKM itu sepi sekali. Tapi saat ini Alhamdulillah sudah mulai ramai, setiap minggu selalu ada saja pesanan satu dua kadang tiga. Ya lumayan untuk tambahan penghasilan,” ungkapnya, Selasa (28/9/2021).

Hana mengaku biasa membuat kue tart dengan aneka gambar tokoh kartun populer. Seperti ipin-upin, spongebobs, doraemon dan sebagainya. Biasanya pemilihan gambar kartun pada kue tart itu disesuaikan dengan permintaan atau pesanan konsumen. Begitu pula dengan ukuran bentuk maupun corak warnanya.

“Untuk ukuran ada yang diameternya 18 cm. Ada pula yang 22 cm. Semuanya tergantung pesanan konsumen. Harganya Rp90 ribu sampai Rp135 ribu,” katanya.

Untuk lama proses pembuatan satu buah roti, Hana menyebut konsumen hanya perlu menunggu satu-dua hari saja. Bahan bahan roti tart buatan Hana juga terbilang sederhana, mulai dari tepung terigu, telur, gula, pengembang roti, mentega hingga coklat.

Roti tart buatan Hana ini biasanya dipesan untuk memeriahkan acara seperti ulang tahun, perayaan hari jadi, maupun acara lainnya.

Sementara itu, salah seorang pemesan, Romayati asal Bantul, mengaku memesan roti bergambar kartun ipin-upin untuk memeriahkan acara ulang tahun anak semata wayangnya.

Ia mengaku memesan roti buatan rumahan karena harganya yang terjangkau namun rasa dan bentuknya tak kalah dengan roti buatan toko.

“Enak, manis tapi tidak bikin mual. Bentuknya juga bagus. Anak saya sangat suka,” ungkapnya.

Lihat juga...