Pasar Alok Maumere Mulai Diserbu Pembeli

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Suasana di Pasar Alok Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT)  mulai ramai dan pembeli pun mulai berdatangan kembali, meskipun jumlahnya belum normal seperti sebelum pandemi Covid-19.

“Pengunjung Pasar Alok mulai ramai, tetapi belum banyak yang berbelanja,” kata Maria Adel, pedagang kain tenun saat ditemui di Pasar Alok Maumere, Selasa (14/9/2021).

Adel menyebutkan, biasanya setiap hari Selasa yang merupakan hari pasar mingguan, dirinya bisa mengantongi uang hingga Rp5 juta sampai Rp10 juta. Namun, dirinya mengaku baru mendapatkan pemasukan Rp1 juta karena pembeli belum banyak meskipun pengunjung mulai banyak.

Penjual kain tenun di Pasar Alok, Maria Adel saat ditemui di tempat penjualannya, Selasa (14/9/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Hal serupa juga disampaikan pedagang ternak di Pasar Alok, Patrisius Lado yang mengaku sedang sepi pembeli meskipun pengunjung sudah mulai ramai namun transaksi belum ramai.

Patris mengaku baru menjual seekor kambing seharga Rp800 ribu sementara kondisi sebelum pandemi Covid-19 dirinya setiap hari Selasa bisa menjual hingga 10 ekor kambing.

“Meskipun mulai ramai pengunjung setiap hari pasar mingguan namun pembeli belum banyak.Belum banyak warga dari desa yang datang membeli ternak di Pasar Alok,” sebutnya.

Dirinya mengakui, biasanya pembeli ternak berasal dari desa-desa yang datang menjual aneka sayur dan komoditi perkebunan mereka lalu menyempatkan diri berbelanja ternak di Pasar Alok.

Hal berbeda disampaikan Titin salah seorang penjual bunga di dalam pot yang mengaku mendapatkan pemasukan lebih banyak setiap hari Selasa dengan menjual bunga di Pasar Alok.

Titin membandingkan bila menjual bunga setiap pagi di pintu masuk TPI Alok dirinya paling hanya mendapatkan pemasukan maksimal Rp200 ribu, sementara di Pasar Alok setiap Selasa bisa mencapai Rp1 juta.

“Paling banyak pembeli membeli bunga dengan harga Rp20 ribu di dalam polybag. Namun ada beberapa pembeli yang membeli bunga dengan harga Rp50 ribu hingga Rp100 ribu yang ditanam di dalam pot,” ucapnya.

Lihat juga...