Pasien COVID-19 Wajib Isolasi di Bangka Barat Tersisa 74 Orang

Petugas menyiapkan ruang isolasi mandiri pasien COVID-19 tanpa gejala di Gedung Serbaguna Blok C Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jakarta, Sabtu, (3/7/2021) - foto Ant

BANGKA BARAT – Satuan Tugas Pengendalian COVID-19 Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyatakan, jumlah pasien wajib menjalani isolasi di daerahnya tinggal tersisa 74 orang.

“Sebanyak 74 orang pasien tersebut termasuk tambahan enam kasus baru yang terjadi hari ini. Berasal dari Kecamatan Mentok empat, Jebus satu dan Kelapa satu,” kata Juru Bicara Satgas Pengendalian COVID-19 Kabupaten Bangka Barat, M. Putra Kusuma, Kamis (23/9/2021).

Pembatasan kegiatan dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan 5M selama PPKM, menjadi salah satu kunci keberhasilan menekan laju penularan virus. “Tingkat kepatuhan warga merupakan faktor utama, selain itu tim gabungan juga terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi pentingnya menjalankan protokol kesehatan selama pandemi berlangsung,” tandasnya.

Juru Bicara Satgas Pengendalian COVID-19 Kabupaten Bangka Barat, M. Putra Kusuma – foto Ant

Gencarnya penelusuran dan pelacakan, yang melibatkan peran para personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa, disebut-sebut juga efektif untuk mempercepat proses pemeriksaan terhadap warga, yang memiliki kontak erat dengan pasien.

Dengan adanya dukungan dan kerja sama lintas sektor tersebut, diharapkan mampu menjaga dan menekan laju penularan virus di Kabupaten Bangka Barat. Selain terjadi penambahan kasus baru enam orang, pada hari ini juga terjadi penambahan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh atau selesai isolasi sebanyak 17 orang. “Dari sebanyak 5.367 kasus yang ditemukan selama pandemi COVID-19, terjadi sebanyak 127 kasus pasien yang meninggal dunia,” katanya.

Direktur Utama RSUD Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat, dr. Rudi Faizul Badri mengatakan, saat ini jumlah pasien yang masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut sebanyak 14 orang. “Seluruh pasien tertangani dengan baik dan jumlah ini masih dalam jumlah wajar, sesuai kapasitas daya tampung awal sebelum ada penambahan jumlah kamar pasien COVID-19,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...