Patriot Energi Ditugaskan Terangi Listrik Desa dengan PLTS

JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Badan PBB untuk Pembangunan (UNDP) telah melantik 23 orang Patriot Energi, yang akan bertugas mendampingi masyarakat menerangi desa dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur EBTKE Kementerian ESDM Hendra Iswahyudi dalam siaran pers di Jakarta, Minggu, mengatakan ke-23 Patriot Energi yang terpilih dari 140 orang melalui seleksi terbuka ini terdiri atas 16 laki-laki dan tujuh perempuan, serta seluruhnya adalah sarjana dari berbagai latar belakang pendidikan.

“Mereka umumnya memiliki pengalaman lebih dari tiga tahun, bahkan ada yang telah berpengalaman lebih dari sepuluh tahun dalam pendampingan masyarakat. Di desa, mereka akan mendampingi masyarakat selama pembangunan PLTS, membantu serah terima aset PLTS dari Kementerian ESDM ke pemerintah desa, memfasilitasi pemilihan, pelatihan dan sertifikasi operator lokal, membentuk unit pengelola listrik desa, serta membantu memetakan potensi ekonomi desa,” katanya.

Para patriot tersebut bakal bertugas kurang lebih selama 18 bulan sebagai fasilitator di 23 desa di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Tengah, untuk mengembangkan layanan listrik dari energi bersih dan berkelanjutan yang bersumber dari tenaga surya.

Ke-23 Patriot Energi juga merupakan bagian dari proyek accelerating clean energy to reduce inequality (access), sebuah proyek bersama UNDP dan ESDM yang didukung oleh Korea International Cooperation Agency (Koica). Tujuan utama dari proyek Access adalah menyediakan akses listrik dari energi terbarukan, khususnya tenaga surya, ke desa-desa terpencil di Indonesia dan di Timor Leste.

Mereka telah mengikuti pelatihan secara daring pada 6-14 September 2021, serta pelatihan secara luring 20-24 September 2021.

Materi pelatihan mencakup kode etik pemberdayaan, pendekatan gender dan inklusi sosial, pendekatan partisipatif, pengenalan PLTS dan infrastruktur solar PV, operasi dan pengelolaan PLTS komunal, pembentukan BUMD dan unit pengelola listrik desa, serta pendampingan teknis identifikasi ekonomi desa dan penyusunan analisis keberlanjutan.

Lihat juga...