Pelaksanaan PTM Terbatas Disambut Baik Wali Murid di Situbondo

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SITUBONDO — Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas disambut antusias oleh anak didik maupun orang tua. Partisipasi besar oleh wali murid disertai penerapan prokes di masa pandemi Covid-19 dengan ketat diharapkan dapat mencegah terjadinya kluster baru penyebaran.

Rusmia, warga Desa Olean, Kecamatan/Kabupaten Situbondo menyebutkan, kembalinya pembelajaran tatap muka dapat meningkatkan semangat anak menempuh jenjang pendidikan. Apalagi anak usia dini yang masih dalam suasana bermain bersama temannya.

“Hari pertama anak-anak masuk sekolah, terlihat bahagianya, sampai-sampai orang tuanya sendiri dilupakan, karena sangat senang bertemu temannya,” ujar Rusmia kepada Cendana News di Situbondo, Kamis (9/9/2021).

Rusmia mengaku, penerapan pembelajaran jarak jauh sejatinya memberikan kejenuhan bagi anak. Efektivitasnya hampir minim sekali untuk diterapkan dalam jangka waktu lama.

“Anak yang sudah kelas 1 Sekolah Dasar saja sudah jenuh, serta anak yang sudah SMP maupun SMA yang sudah paham tentang keadaan yang terjadi saat ini. Namun, anak PAUD masih dalam suasana bermain dan hanya ingin bertemu teman-temannya saja, tidak ada pikiran untuk yang lain,” ucapnya.

Rusmia menambahkan, ia juga khawatir tentang perkembangan anaknya yang masih kecil, belum bisa berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, dalam rangka adaptasi dengan teman-temannya.

“Hanya saja, aktivitas anak didik di sekolah saat ini tidak bisa seperti dulu lagi. Normalnya, dulu orang tua aktif menemani anak-anaknya di lingkungan sekolah, sedangkan untuk saat ini saja, orang tua hanya bisa memantau dari jauh,” ungkapnya.

Secara terpisah, salah satu guru PAUD, Rini Hernawati mengatakan, aktivitas pembelajaran tatap muka di sekolah tentu menjadi momen kebahagiaan sendiri.

“Kita menyambut dengan senang hati atas penerapan PTMT di sekolah. Walaupun kita semua harus sama-sama tetap menjaga protokol kesehatan di tengah pandemi ini,” ucapnya.

Rini menambahkan, untuk mengurangi mobilitas orang tua di halaman sekolah, pihaknya langsung menjemput anak didiknya yang baru diantar oleh orang tuanya.

“Kalau kita jemput ke orang tuanya, tujuannya agar meminimalisir kerumunan di lingkungan sekolah. Sehingga mobilitas orang tua sangat kecil,” pungkasnya.

Lihat juga...