Pelaku UMKM di Sikka Kesulitan Akses Vaksinasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku kesulitan mendapatkan vaksinasi Covid-19 karena tidak ada koordinasi dengan lembaga.

“Kami mencari tempat yang menyelenggarakan vaksinasi agar bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19,” kata Stefanus Thomas, pelaku UMKM Kabupaten Sikka, NTT, saat ditemui di Kelurahan Madawat, Maumere, Jumat (3/9/2021).

Pelaku usaha UMKM di Kabupaten Sikka, NTT, Stefanus Thomas saat ditemui di Kelurahan Madawat, Maumere, Jumat (3/9/2021). Foto: Ebed de Rosary

Stef sapaannya mengatakan, dirinya harus mencari beberapa tempat penyelenggaraan vaksin namun setelah mengantre sejak pagi belum kebagian.

Ia mengaku, sudah didaftar oleh tenaga medis dari Puskesmas namun belum juga mendapatkan vaksin akibat stok vaksin belum tersedia.

“Saya ikut antre di beberapa tempat dan tunggu hingga siang, tapi tidak mendapatkan vaksin. Terlalu banyak warga yang antre mendapatkan vaksin dan vaksinnya terbatas, sehingga banyak yang tidak tervaksin,” ucapnya.

Stef mengaku, selain alasan kesehatan, mengikuti vaksin menjadi kewajiban. Sebab bila bepergian harus mengantongi sertifikat vaksin minimal tahap pertama.

Sebagai pelaku usaha dirinya biasa menjual produk hingga keluar daerah dan sering bepergian, sehingga mau tidak mau harus ikut program vaksinasi Covid-19.

“Saya senang akhirnya bisa mendapatkan vaksin yang diselenggarakan di kantor Golkar Kabupaten Sikka. Di beberapa tempat meskipun sudah antre tapi dikatakan stok vaksin habis,” ungkapnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, dr. Clara Yosefine Francis, MPH, menyebutkan, jumlah warga yang sudah mendapatkan vaksin masih terbatas.

Clara memaparkan, dari jumlah penduduk Kabupaten Sikka sebanyak 300 ribu lebih, jumlah warga yang telah mendapatkan vaksin tahap pertama dan kedua baru 24 persen lebih.

“Beberapa lembaga negara dan pihak swasta termasuk partai politik juga sedang menyelenggarakan vaksin. Kami juga sedang melaksanakan vaksin bagi tenaga kesehatan,” ucapnya.

Clara mengaku bersyukur dengan adanya pelaksanaan vaksinasi Covid-19 oleh berbagai lembaga sehingga semakin banyak warga yang mengikuti vaksinasi.

Dia berharap, di akhir tahun 2021, persentase vaksinasi di Kabupaten Sikka sudah mencapai 70 persen sehingga kekebalan komunal bisa terbentuk.

“Saat ini kami sedang menjalankan vaksinasi tahap ketiga bagi tenaga kesehatan. Kami memprioritaskan tenaga kesehatan yang berhubungan langsung dengan pelayanan publik,” ungkapnya.

Lihat juga...