Pembangunan Padat Karya di Pajangan Perlancar Jalur Ekonomi Masyarakat

BANTUL – Hasil pembangunan dari program padat karya infrastruktur perluasan kerja yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dapat memperlancar jalur untuk aktivitas ekonomi masyarakat Kecamatan Pajangan.

“Kalau dari kecamatan, kelurahan, dan warga masyarakat, padat karya itu sangat membantu, karena lokasi lokasi yang dulu untuk jalur air, setelah dibangun jalan cor blok sangat membantu memperlancar bahkan membuka jalur ekonomi,” kata Camat Pajangan Bantul, Anjar Arintaka ketika dihubungi di Bantul, Sabtu.

Oleh karena itu, kata dia, padat karya infrastruktur program pemerintah selalu dinantikan masyarakat setiap tahun, apalagi di sebagian wilayah Kecamatan Pajangan yang berada di perbukitan, banyak jalur yang perlu mendapat sentuhan pembangunan.

“Dengan padat karya, yang dulu tidak terpikirkan untuk jalur ke sana lewat untuk kegiatan ekonomi, sekarang sudah bisa untuk lewat dan aktivitas ekonomi bisa berjalan lancar. Dan kami sangat apresiasi karena padat karya ini menguntungkan masyarakat,” katanya.

Dia mengharapkan lokasi kegiatan padat karya infrastruktur di Pajangan terus bertambah setiap tahun, karena selain meningkatkan kualitas infrastruktur desa, juga membantu pendapatan masyarakat, mengingat pembangunan dikerjakan oleh masyarakat setempat.

“Harapannya kalau bisa lebih banyak lagi, karena masih banyak kampung, terutama di Desa Triwidadi, Desa Guwosari, dan sebagian besar juga Desa Sendangsari yang perbukitan di atas masih perlu disentuh pembangunan,” katanya.

Berdasarkan Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul, kegiatan padat karya infrastruktur tahun 2021 yang bersumber dari APBD Bantul, menyasar di 103 lokasi yang tersebar di 17 kecamatan, dengan 15 lokasi di antaranya ada di Kecamatan Pajangan.

Kegiatan padat karya infrastruktur di Pajangan yang pekerjaannya dimulai 26 Agustus sampai 17 September semuanya meliputi pembangunan cor blok, yaitu sebanyak 13 lokasi di Desa Sendangsari, dan dua lokasi di Desa Triwidadi.

Setiap lokasi kegiatan padat karya menyerap tenaga kerja 26 orang dengan total jumlah hari orang kerja (HOK) 546 orang, atau 21 hari kerja per orang, dengan upah yang didapat Rp90 ribu per hari untuk ketua kelompok, Rp80 ribu per hari untuk tukang, dan Rp70 ribu per hari untuk pekerja. (Ant)

Lihat juga...