Pemerintah Dinilai Minim Beri Apresiasi Siswa Sikka Berprestasi

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Yohanes A.J.Lioduden, mantan anggota DPRD Sikka, menilai pemerintah minim memberikan apresiasi terhadap para siswa berprestasi dalam berbagai lomba yang diadakan di tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi.

“Apresiasi terhadap siswa yang berprestasi sangat minim. Banyak yang mungkin berprestasi tetapi tidak mendapatkan apresiasi dari pemerintah,” kata Yohanes A.J. Lioduden, saat ditemui di Kota Maumere, Kamis (16/9/2021).

Yani menyebutkan, banyak siswa SMA yang meraih berbagai penghargaan dalam lomba baik di tingkat provinsi bahkan hingga tingkat nasional namun tidak ada perhatian pemerintah kabupaten.

Dia mencontohkan para siswa yang berangkat mengikuti berbagai lomba di luar daerah pun, sekolah dan orangtua murid harus menyediakan biaya tiket pesawat serta penginapan.

Mantan anggota DPRD Sikka, Bidang Pendidikan, Yohanes A.J.Lioduden saat ditemui di Kota Maumere, Kamis (16/9/2021) -.Foto: Ebed de Rosary

“Kondisi ini membuat banyak sekolah yang siswanya berprestasi tidak mengikutsertakan siswanya untuk mengikuti lomba di tingkat provinsi maupun nasional,” ucapnya.

Guru pendamping siswa SMK Yohanes XXIII Maumere, Venansius Alfi Keta Gaa yang biasa mendampingi siswa mengikuti lomba di tingkat provinsi maupun nasional, menyebutkan setiap kali meraih juara dalam lomba seni siswa tingkat provinsi maupun nasional, para siswa hanya mendapatkan penghargaan dan beasiswa dari sekolah saja.

“Kalau di sekolah kami setiap siswa yang menang lomba dan berprestasi pasti akan mendapatkan beasiswa. Para guru pendamping pun diberikan uang sebagai bentuk apresiasi dari sekolah,” ucapnya.

Menurut Venansius, kondisi ini membuat para siswa dan sekolah tidak mengirimkan siswanya ikut lomba di tingkat provinsi karena harus mengeluarkan biaya sendiri.

Ia menyebutkan, bila mengikuti lomba di Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi NTT maka minimal harus menyediakan dana jutaan rupiah untuk biaya tiket pesawat serta penginapan.

“Kalau waktu lomba hanya sehari tentu tidak terlalu berat, tapi kalau beberapa hari maka butuh banyak dana. Kadang harus meminta dana dari orang tua murid pun agak sulit,” ucapnya.

Kepala Sekolah SMK Yohanes XXIII Maumere Marselus Moa Ito mengakui sekolahnya rutin mengirimkan siswa mengikuti lomba di tingkat provinsi maupun nasional. Ia mengatakan, biaya disediakan pihak sekolah baik transportasi maupun akomodasi termasuk membiayai guru pendamping siswa yang direkrut dari luar sekolah.

“Kalau kami memakai jasa pendamping dari luar sekolah, maka kami mempergunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah untuk membayar honornya,” ucapnya.

Lihat juga...