Peminat Swab Antigen Gratis di Banyumas Terus Menurun

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Belum genap sebulan digelar, tes swab antigen gratis di Alun-Alun Purwokerto mulai sepi peminat. Jika sebelumnya kuota 50 per hari selalu habis, saat ini rata-rata hanya 50 persen dari kuota tes swab antigen yang mendaftar.

Petugas pada posko swab antigen, Gatot Daryono mengatakan, pendaftaran swab antigen secara online di website vaberayabanyumaskab.go.id juga mulai menurun. Selai itu, tidak semua masyarakat yang sudah mendaftar juga datang untuk menjalani swab antigen.

“Kalau pada awal dilaksanakan swab antigen gratis ini, peminatnya cukup tinggi, bahkan kuota selalu habis, tetapi sekarang mulai sepi peminat swab antigen,” katanya, Kamis (9/9/2021).

Pada awal dilaksanakan swab antigen gratis, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas menyediakan kuota 50 tes antigen per hari. Mengingat banyak peminat sehingga banyak masyarakat yang tidak kebagian, maka kuota ditambah menjadi 70 per hari. Namun, memasuki minggu ke dua justru peminat swab antigen menurun.

Sebelumnya, lokasi swab antigen yang menggunakan tenda di depan Alun-Alun Purwokerto selalu ramai hingga pukul 14.00 WIB. Petugas sampai menyediakan kursi tunggu di luar tenda. Namun, sekarang pukul 12.00 WIB, tenda tersebut sudah kosong, karena sudah tidak ada lagi pendaftar, petugas juga menyudahi layanan swab antigen tersebut.

Petugas pada posko swab antigen, Gatot Daryono (berdiri) di Alun-Alun Purwokerto, Kamis (9/9/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

Menurut Gatot, yang menjalani swab antigen biasanya hanya untuk kepentingan tertentu yang mengharuskan menyerahkan hasil swab antigen. Misalnya untuk mendaftar pekerjaan, untuk keperluan masuk sekolah tatap muka atau untuk melengkapi persyaratan perjalanan. Masyarakat yang sengaja datang untuk menjalani swab antigen dengan alasan deteksi dini Covid-19, masih sangat jarang.

“Kalau tidak ada keperluan, biasanya orang cenderung enggan untuk melakukan swab antigen,” tuturnya.

Salah satu peserta swab antigen, Andi mengatakan, ia mendaftar swab antigen di Alun-Alun Purwokerto karena untuk kelengkapan syarat wawancara kerja. Mengingat ada layanan swab antigen gratis, maka ia memilih untuk melakukan di Alun-Alun Purwokerto.

“Kalau tes antigen sendiri, ada biayanya, jadi pilih yang gratis saja dan mendaftar secara online, kemudian datang cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP),” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, penambahan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Banyumas pada hari terakhir kemarin, Rabu (8/9/2021) ada 22 kasus baru. Jumlah tersebut menurun dibanding penambahan pada hari sebelumnya yang mencapai 102 orang.

“Penambahan kasus baru masih naik-turun, meskipun kecenderungan turun, tetapi untuk angka kematian pasien Covid-19 ada kecenderungan menurun terus, hari ini hanya 2 orang yang meninggal dunia dan kemarin 3 orang, sebelumnya ada 7 orang,” terangnya.

Lihat juga...