Pemkot Bekasi-DKI Jakarta Mulai Evaluasi Kontrak TPST Bantargebang

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat akan melakukan evaluasi terkait kontrak kerja sama pengelolaan tempat sampah terpadu (TPST) Bantargebang bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal itu seiring berakhirnya masa kontrak lokasi TPST pada bulan ini.

Diketahui kondisi kondisi ketersediaan TPST Bantargebang, telah melebihi muatan. Ketinggian tumpukan sampah dikatakan telah mencapai batas maksimal hingga mengkhawatirkan terjadi bencana lingkungan dan ancaman kesehatan di wilayah sekitar.

“Pemkot Bekasi akan melakukan evaluasi kerja sama terkait pembahasan pengelolaan TPST Bantargebang. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh terutama terkait antisipasi overload tumpukan sampah dan lainnya,” ungkap Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, di Stadion Chandrabaga, merespons terkait TPST Bantargebang, Senin (20/9/2021).

Dikatakan evaluasi harus berjalan dengan interval waktu tertentu yang kemudian dibahas bersama oleh kedua pemerintahan dengan melibatkan dinas lingkungan hidup tentunya. Hal tersebut sebenarnya rutin dilakukan selama lima tahun sekali.

Kali ini menurutnya harus ada evaluasi terkait perjanjian kerja sama di TPST Bantargebang, nanti hasil evaluasinya dibahas antara kedua pemerintah terutama terkait evaluasi kerja samanya.

“Saya akan meminta Pemprov DKI berkomitmen mengelola sampah dengan energi terbarukan, membuat langkah strategis yang ramah lingkungan, sehingga bisa memberikan multiplier effect sekaligus mengurangi deposit sampah,” ujarnya.

Ia mencontohkan, pembuangan sampah terpadu yang menggunakan energi terbaru seperti sampah menjadi listrik, menjadi bahan batu bara briket sehingga mengurangi deposit sampah.

Menurutnya sampai saat ini sistem pengelolaan sampah di Bantargebang masih menggunakan metode yang lama, yakni open dumping dan landfill. Jika hal tersebut terus berlanjut tidak ada perubahan dengan sistem pengelolaan sampah dikhawatirkan bisa memicu masalah baru yang lebih besar. ‘

Pemkot Bekasi, jelasnya ingin  ada tempat pembuangan sampah terpadu yang menggunakan energi terbarukan yaitu, menjadi listrik, menjadi bahan batu briket bara, supaya mengurangi tumpukan sampah.

“Kita lihat saja sekarang, di TPST Bantargebang,  gunungan sampah sudah nyaris melebihi kapasitas,” jelasnya menyampaikan bahwa saat ini DKI Jakarta tengah membahas klausul perjanjian kontrak kerja sama dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Diketahui lahan TPST Bantargebang telah diperluas sekitar 15 hektare, atau menjadi 125 hektare total keseluruhan lahan. Perluasan dilakukan baru-baru ini.

Lihat juga...