Pemkot Pekalongan Mulai Laksanakan PTM Terbatas di SMP

PEKALONGAN — Pemerintah Kota Pekalongan di Provinsi Jawa Tengah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas di sekolah menengah pertama (SMP) setelah wilayahnya masuk kategori pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 2.

“Hari ini kegiatan PTM (pembelajaran tatap muka) terbatas sudah dilaksanakan, sehingga kami berharap siswa dan tenaga pengajar harus tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Soeroso di Pekalongan, Senin.

Menurut dia, dinas sudah mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka, termasuk memastikan satuan pendidikan memiliki sarana dan prasarana pendukung penerapan protokol kesehatan.

Ia menjelaskan, pemerintah kota mengizinkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah secara bertahap sejak 2 September 2021.

Soeroso mengatakan, pada gelombang pertama pembelajaran tatap muka dilaksanakan mulai 2 September 2021 di sekolah-sekolah yang sudah siap melaksanakannya.

Pada gelombang kedua yang dimulai 6 September 2021, ia melanjutkan, pembelajaran tatap muka dilaksanakan di 17 dari 28 SMP negeri dan swasta yang ada di Pekalongan.

“Sebagian besar untuk jenjang SMP melakukan PTM pada 6 September 2021, setelah kesiapannya dari pihak sekolah sudah selesai,” katanya.

Ia menambahkan, gelombang ketiga pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas akan dimulai pada 13 September 2021.

Sedangkan di jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK), ia mengatakan, pembelajaran tatap muka baru dilaksanakan di satu lembaga, yakni  TK Negeri Pembina Kota Pekalongan. Sekolah lainnya akan menjalani simulasi terlebih dahulu.

“Satuan pendidikan akan kami bagi menjadi dua klaster, yaitu sekolah yang melakukan PTM terbatas dengan simulasi April 2021 dan sekolah yang baru melakukan simulasi PTM, terutama jenjang PAUD/TK,” kata Soeroso. [Ant]

Lihat juga...