Penambahan Kasus Covid-19 di Banyumas Naik Lagi

Editor: Koko Triarko

Bupati Banyumas, Achmad Husein memberikan penjelasan peningkatan positif baru Covid, Rabu (8/9/2021) di Purwokerto. –Foto: Hermiana E. Effendi

PURWOKERTO – Penambahan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Banyumas kembali mengalami peningkatan. Jika sebelumnya penambahan per hari pada kisaran 10-29 kasus, pada hari terakhir kemarin melonjak, bertambah 102 kasus dalam satu hari.

Bupati Banyumas, Achmad Husein, mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab meningkatnya kembali kasus positif Covid-19 di Banyumas. Sebab, selama sepekan terakhir sudah relatif menurun dan terkendali.

“Harus segera diantisipasi, karena sepekan kemarin sudah menurun grafiknya, bahkan jika melihat kondisi riil sudah masuk level 2 Banyumas, tetapi keputusan dari pemerintah pusat sampai saat ini kita masih di level 3,” kata Bupati, Rabu (8/9/2021).

Husein memaparkan, penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 102 orang pada Selasa (7/9/2021), lebih dominan dari hasil swab yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas di beberapa titik, yaitu ditemukan 87 kasus positif. Sedangkan 15 kasus positif lainnya merupakan hasil swab test dari pasien di rumah sakit.

Dari data Dinkes Kabupaten Banyumas, pada Sabtu (4/9/2021) penambahan kasus positif baru ada 29 orang dan pada Minggu juga sama, hanya ada penambahan 29 kasus baru. Kemudian pada Senin (6/9/2021) kembali menurun, hanya ada penambahan kasus baru 13 orang. Tetapi, hari Selasa meningkat ada penambahan hingga 102 kasus positif Covid-19 baru.

“Kalau secara keseluruhan, pada Agustus kemarin total jumlah kasus baru sangat menurun, hanya ada 3.624 orang, padahal pada bulan Juli mencapai 13.720 orang. Kita berharap, bulan September ini juga kembali menurun, tetapi memasuki awal paken ini kasus Covid-19 sudah ditemukan 341 orang,” terangnya.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, pihaknya mengakui jika operasi masker serta penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di tingkat RT dan RW mulai mengendor. Sementara di sisi lain, dengan adanya penurunan status dari level 4 menjadi level 3, beberapa kegiatan kemasyarakat serta ekonomi mulai dilonggarkan. Termasuk penyekatan jalan-jalan protokol juga sudah banyak berkurang.

“Situasinya serba sulit, jika kita tetap memberlakukan pembatasan super ketat seperti pada awal PPKM darurat, maka perputaran roda ekonomi akan terganggu lagi,” ucapnya.

Salah satu warga Kota Purwokerto, Shandi, mengatakan, sekarang ini penggunaan masker di wilayah Banyumas mulai mengendor. Beberapa kali ia menjumpai penjualan makanan yang tidak menggunakan masker, sehingga ia sampai batal membeli makanan.

“Mungkin karena operasi masker sudah tidak pernah dilakukan lagi, sehingga banyak yang mulai mengabaikannya, terus terang hal ini membuat kita agak khawatir juga,” tuturnya.

Lihat juga...