Penerima Bantuan Gerobak Rakyat Damandiri di Wanareja Bertahan di Tengah PPKM

Editor: Koko Triarko

CILACAP – Selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), usaha jualan gorengan dari penerima bantuan program Gerobak Rakyat Yayasan Damandiri mengalami penurunan omzet hingga 50 persen lebih. Meskipun begitu,  Ani, warga Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, tetap bertahan dengan usahanya.

“Sejak PPKM bulan Juli lalu, sampai sekarang jualan saya sepi, sehari hanya mendapat penghasilan Rp40.000-Rp50.000 itu sudah sangat bagus, seringkali di bawah itu pendapatannya,” kata Ani, Senin (27/9/2021).

Sepinya pembeli tersebut, karena kegiatan mengaji anak-anak di musala setempat berhenti sejak PPKM. Selain itu, aktivitas masyarakat sekitar pada sore hingga malam hari juga jauh berkurang. Sementara Ani mulai berjualan sore hari pukul 16.00 WIB hingga malam hari.

“Pernah mencoba jualan pagi hari, tetapi tidak laku sama sekali, karena sudah biasa jualan sore, padahal sore hari sekarang sepi, anak-anak yang mengaji masih libur. Pernah juga mencoba memperpanjang jam berjualan hingga pukul 20.00 WIB, tetapi tetap saja tidak ada yang beli kalau sudah di atas pukul 19.00 WIB,” tuturnya.

Lebih lanjut Ani bercerita, ia menerima bantuan gerobak dari Yayasan Damandiri melalui Koperasi Mandiri Lestari Sejahtera pada 2020 lalu. Usaha jualan gorenganya pun berkembang, omzet penjualan di atas Rp100.000. Namun sejak PPKM, usahanya kembali sepi.

Meskipun begitu, Ani memilih untuk tetap berjualan, guna membantu ekonomi keluarganya, sebab penghasilan suami juga tidak menentu. Akibat turunnya omzet penjualan, Ani mengaku belum bisa memenuhi kewajiban untuk menabung di koperasi. Penerima bantuan Gerobak Rakyat Damandiri, sesuai aturan pihak yayasan, diharuskan untuk menabung di koperasi minimal Rp5.000 per bulan.

“Menabung Rp 5.000 sebenarnya tidak memberatkan dalam kondisi normal, tetapi sejak PPKM ini jualan menurun sekali, sehingga untuk menyisihkan uang Rp5.000 juga susah. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja sudah berat,” kata ibu dua anak ini.

Ani berharap, kondisi segera normal kembali, anak-anak diperbolehkan mengaji lagi di musala dan aktivitas masyarakat pada malam hari kembali normal.

Ketua Koperasi Mandiri Lestari Sejahtera, Puji Heri Santoso, mengatakan, Ani merupakan salah satu dari 16 orang warga Desa Madura yang mendapatkan bantuan gerobak rakyat. Sebelum menerima bantuan gerobak, ia berjualan sayur matang dengan berkeliling kampung. Setelah mendapatkan bantuan gerobak rakyat, ia mulai berjualan berbagai macam gorengan di depan rumahnya.

“Memang ada ketentuan untuk menabung minimal Rp5.000 bagi penerima program batuan sosial Yayasan Damandiri,  yaitu gerobak rakyat. Aturan tersebut sebenarnya untuk membangun budaya menabung di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM),” jelas Puji Heri.

Lihat juga...