Pengelola Tempat Wisata di Aceh Besar Diminta Perkuat Prokes

Sejumlah pengunjung menikmati liburan di lokasi objek wisata Cafe Terapung di Pantai Lhuseudu, Kecamatan Leupung, Aceh Besar, Aceh, Minggu (22/3/2020) - foto Ant

ACEH BESAR – Pengelola tempat wisata di Kabupaten Aceh Besar, untuk taat menerapkan Protokol Kesehatan (prokes), serta menyediakan perlengkapannya.

“Pengelola wisata kita minta supaya memperhatikan semua instruksi prokes yang telah ditetapkan pemerintah,” kata Kabid Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Aceh Besar, Makmur Salim, Kamis (9/9/2021).

Pemerintah daerah disebutnya, selalu mengingatkan pengelola dan masyarakat, yang melakukan aktivitas wisata, untuk selalu mengutamakan proses. Untuk memastikan pelaksanaannya, Disparpora Aceh Besar juga selalu melakukan pemantauan secara langsung, ke setiap objek wisata. “Hari ini tim turun ke dua lokasi wisata yakni di Kuta Cot Glie dan Indrapuri, kita memantau kelengkapan prokes yang disiapkan oleh pihak pengelola pariwisata,” tambahnya.

Jika ditemukan adanya tempat wisata yang tidak memiliki standar penerapan prokes, maka akan ditertibkan oleh Satgas COVID-19. Bahkan bisa dilakukan penutupan usaha. “Jika kita temukan adanya pelanggaran, maka kita membuat laporan ke tim Satgas COVID-19 untuk dilakukan langkah selanjutnya,” tandasnya.

Untuk sementara ini, objek wisata di Aceh Besar memang belum ditutup, seperti pantai yang banyak dikunjungi warga. Hal itu karena sejauh ini prokes masih diterapkan sebagaimana yang telah ditetapkan pemerintah. “Utamanya kita minta pengelola tempat wisata benar-benar disiplin prokes, kepada masyarakat kita harap juga ikut berpartisipasi menerapkan prokes. Kita perlu dukungan kuat masyarakat,” demikian Makmur Salim. (Ant)

Lihat juga...