Pengelola Uluwatu Lakukan Uji Coba Pembukaan Objek Wisata

DENPASAR  – Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Uluwatu, Bali, mulai melakukan uji coba pembukaan perdana dengan menerapkan protokol kesehatan dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk scan QR Code sertifikat vaksin COVID-19 saat memasuki kawasan wisata itu pada Senin.

Untuk mendukung program pemerintah terkait 3T yakni Tracing, Testing dan Treatment dalam pembukaan perdana objek wisata itu selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pihak pengelola mengingatkan kepada pengunjung agar selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat, termasuk aplikasi PeduliLindungi.

“Yang penting adalah penerapan PeduliLindungi, karena aplikasi ini untuk menjalankan Program 3T testing, tracing dan treatment dan sangat penting bagi pengunjung,” kata Manajer Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu I Wayan Wijana, Senin.

Pada pembukaan perdana ini, pihaknya menargetkan jumlah kunjungan di atas 100 orang dan meyakini ke depan jumlah kunjungan akan terus membaik bila kondisi pandemi juga sudah mulai membaik.

Selain itu pihaknya berencana membuka pementasan tari kecak yang dimulai pada akhir September 2021.

“Untuk target kunjungan awal, kami menargetkan sebanyak ratusan pengunjung sehari karena DTW ini baru mulai buka,” katanya.

Kalau kondisi sudah membaik, ia meyakini kunjungan wisatawan ke Uluwatu akan bisa terus meningkat yakni di atas 1.000 orang per hari.

Pada hari pertama pembukaan DTW tersebut, kunjungan didominasi oleh wisatawan domestik dan adapula beberapa Warga Negara Asing (WNA) yang sementara waktu menetap di Bali.

“Saya sangat senang bisa jalan-jalan lagi ke objek wisata ini, terakhir ke sini tahun 2019 lalu sebelum pandemi COVID-19,” kata wisatawan domestik asal Makassar, Putri Marina.

Gubernur Bali Wayan Koster mengizinkan DTW alam, budaya, buatan, spiritual dan desa wisata di Pulau Bali untuk mulai melakukan uji coba pembukaan kawasan bagi wisatawan dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen, menerapkan protokol kesehatan yang ketat, serta mengimplementasikan aplikasi PeduliLindungi. (Ant)

Lihat juga...