Pengembangan Kawasan Wisata Keramat Asem Bekasi Hampir Selesai

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Pengembangan kawasan Keramat Asem menjadi destinasi wisata religi di Kampung Payangan, Kelurahan Jatisari, Jatiasih, Kota Bekasi, hampir selesai. Bahkan pembangunan jembatan menuju Sumur Keramat sudah 40 persen.

Namun  masih memerlukan uluran tangan donatur. Selama ini, oleh relawan dan warga setempat dikerjakan dengan cara gotong royong. Dibutuhkan penambahan semen, pasir dan material batu untuk keperluan cor di bawah Jembatan Jalatunda.

“Saat ini kita membutuhkan tali ijuk, paku dan semen, juga pasir untuk cor pondasi bawah jembatan,” ungkap Kang Abel, pegiat pengembangan kawasan wisata religi Keramat Asem, kepada Cendana News, Minggu (12/9/2021).

Kang Abel pegiat pengembangan kawasan Keramat Asem saat menerima awak media, Minggu (12/9/2021). Foto: Muhammad Amin

Berbagai rencana memang telah disiapkan dalam pengembangan lokasi wisata religi di Kampung Payangan tersebut. Salah satunya juga  dilengkapi dengan track pesepeda. Hal ini juga merupakan masukan pecinta olah raga sepeda, sehingga jadi jalur yang disinggahi untuk melepas lelah di akhir pekan.

Saat ini, kondisi Kali Cikeas yang melintasi sumur Keramat Asem tersebut juga sudah mulai bersih. Setiap hari ada saja anak di lingkungan sekitar berenang. Di sekitar lokasi itu juga telah bersih dari berbagai pohon dan sampah berkat kesigapan Tim Katak Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Bekasi. Menjadikan suasana lebih hidup dan akrab meskipun belum secara keseluruhan.

“Alhamdulillah, untuk donatur ada yang memberi bantuan dalam pengembangan lokasi wisata religi ini meskipun belum banyak. Sampai sekarang, Lurah Jatisari atau pun aparatur di kelurahan juga sudah  datang melihat lokasi,” ujar Kang Abel.

Dengan melihat banyak anak berenang di Kali Cikeas relawan juga berencana mengembangkan kawasan tersebut jadi sejenis arung jeram menggunakan ban dalam mobil.

“Tubing ini juga populer untuk wisata air. Bisa jadi edukasi bagi anak kampung berenang. Ke depan juga bisa dikembangkan jadi wisata perahu menyusuri Kali Cikeas,” jelas dia.

Ketua RT di Kampung Payangan, Agus Anay, menambahkan, saat ini kondisi jembatan sedang tahap penyelesaian menggunakan bahan baku bambu. Memang masih harus dilakukan pengecoran untuk ketahanan jembatan dan bisa menjadi ajang swafoto. Jika semua material lengkap diperkirakan akhir bulan ini selesai. Ia berharap bisa menjadi destinasi baru di Jatisari untuk menghidupkan perekonomian warga sekitar.

“Lokasinya masih alami tepat di bantaran Kali Cikeas, di seberang kali masuk wilayah Kabupaten Bogor. Jadi jembatan Jalatunda Kampung Payangan ini bisa jadi daya tarik di perbatasan Bekasi-Bogor,” tandasnya.

Lihat juga...