Pengrajin di Bantul Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Sejumlah pengrajin sapu lidi di Kabupaten Bantul mengeluhkan masih minimnya perhatian pemerintah terhadap para pelaku usaha kecil selama masa pandemi Covid-19 hampir dua tahun terakhir ini. 

Hal itu terlihat dari tidak adanya bantuan ataupun keringanan dalam proses menjalankan usaha mereka. Para pengrajin bahkan menilai pemerintah tebang pilih sehingga membuat bantuan menjadi tidak tepat sasaran.

Salah seorang pengrajin sapu lidi asal Dusun Jigudan, Triharjo, Pandak, Bantul, Kamisan (68) mengaku selama ini tak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah sama sekali. Baik itu bantuan modal kerja, subsidi kredit UMKM, maupun relaksasi bunga kredit perbankan.

“Tak ada perhatian sama sekali. Baik dari pemerintah desa, kecamatan, kabupaten  ataupun pusat sekalipun. Padahal selama masa pandemi ini, usaha kecil seperti kita ini benar-benar terpukul,” ungkapnya kepada Cendana News,  Selasa (21/09/2021).

Salah seorang pengrajin sapu lidi Kamisan (68), Selasa (21/9/2021). -Foto: Jatmika H. Kusmargana

Kamisan juga mengaku heran, sekaligus mempertanyakan, kenapa sejumlah pekerja lain, justru mendapatkan bantuan dari pemerintah selama masa pandemi ini. Seperti misalnya bantuan UMKM sebesar Rp2,4juta.

“Kenapa kita yang bisa membuka lapangan kerja bagi sejumlah karyawan justru malah tidak dapat bantuan. Bahkan untuk sekadar relaksasi buka kredit di bank. Sementara pekerja lain yang tidak punya karyawan justru dapat bantuan,” ungkapnya.

Akibat tak mendapatkan perhatian dari pemerintah tersebut, usaha produksi kerajinan sapu lidi milik Kamisan pun harus berjuang sendiri menghadapi pandemi.Bantuan Bagi UMKM Dinilai Tebang Pilih dan Tidak Merata Dan agar tetap mampu bertahan, ia pun terpaksa mem-PHK separuh lebih karyawannya.

“Padahal kalau kita didukung dan diperhatikan, misalnya dengan diberikan pinjaman modal usaha, semestinya kita bisa membantu membuka lapangan kerja. Ya walaupun hanya beberapa orang,” ungkapnya.

Kamisan sendiri menjalankan usaha produksi kerajinan sapu lidi sejak puluhan tahun terakhir. Selama ini, ia mengaku kerap mewakili pemerintah desa di berbagai ajang pameran potensi daerah yang diselenggarakan di sejumlah lokasi. Sayangnya meski diklaim sebagai UMKM binaan pemerintah setempat, nyatanya ia mengaju tak mendapatkan perhatian selama sekali.

“Saya beruntung masih bisa bekerja di sini dan tidak dirumahkan. Karena ada beberapa teman yang terpaksa dirumahkan karena memang usaha pembuatan sapu lidi ini sangat terdampak pandemi satu tahun terakhir. Kasihan mereka sekarang tidak ada penghasilan sama sekali,” imbuh salah seorang pekerja Naning.

Lihat juga...