Penjara di Nigeria Dibobol, 266 Narapidana Lepas

Ilustrasi. Seorang pria yang ditangkap polisi berbicara kepada media saat protes terhadap pembukaan kembali Gerbang Tol Lekki di Lagos, Nigeria, Sabtu (13/2/2021) - foto Ant

ABUJA – Sekelompok orang bersenjata berat, membobol sebuah penjara di Nigeria, Minggu (12/9/2021) malam. Dalam aksinya, mereka melepaskan 266 narapidana. Satu tentara dan satu polisi tewas dalam serangan itu. Kementrian Dalam Negeri Nigeria menyebut, dua sipir dilaporkan hilang.

Para pembobol, menggunakan alat peledak untuk menghancurkan pagar penjara yang berpenjagaan cukup ketat di Kabba, Negara Bagian Kogi di selatan Ibu Kota Abuja. Dalam aksinya, mereka melepaskan tembakan ke arah petugas keamanan. ”Hanya 28 dari 294 narapidana yang ditahan di penjara itu yang tidak lepas,” kata kementerian dalam negeri.

Penjara yang didirikan pada 2008 itu, untuk menampung 200 narapidana. Saat ini dihuni 244 tahanan prasidang dan 70 orang yang sudah dijatuhi hukuman. Di Nigeria, orang-orang yang menjadi tersangka, bisa ditahan bertahun-tahun sebelum disidangkan. Sejumlah kelompok pembela hak asasi manusia mengatakan, penjara-penjara kerap kelebihan kapasitas. Mereka menilai  prosedur hukum di negara tersebut tidak berjalan efisien.

Kementerian Dalam Negeri Nigeria mengatakan, ada 15 tentara, 10 polisi, dan 10 sipir bersenjata yang bertugas melakukan penjagaan di penjara Kabba, saat serangan terjadi. Serangan itu menjadi pembobolan besar-besaran kedua yang terjadi di penjara di Nigeria tahun ini.

Sebelumnya, sebuah penjara di Owerri di Negara Bagian Imo di Nigeria tenggara, dibobol sekawanan orang bersenjata pada April. Para penyerang melepaskan lebih dari 1.800 narapidana. Kepolisian menuding, gerakan separatis terlarang, Indigenous People of Biafra (IPOB), sebagai pelaku pembobolan. Namun tudiangan itu ditepis IPOB, kelompok yang melancarkan upaya untuk memisahkan beberapa bagian di kawasan tenggara dari Nigeria. (Ant)

Lihat juga...