Penting Jaga Paru Agar Tetap Sehat

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Gangguan metabolisme tubuh, salah satunya bisa disebabkan oleh adanya penurunan jumlah oksigen yang masuk ke dalam tubuh. Karena itu, untuk memastikan tubuh tidak kekurangan oksigen perlu dipastikan kondisi paru selalu sehat.

Guru Besar FK Universitas Indonesia, Prof. dr. Faisal Yunus, Ph.D., SpP(K), menjelaskan untuk menghasilkan energi, tubuh membutuhkan oksigen dalam proses metabolisme.

“Karena itu, organ pernapasan dalam hal ini paru yang berperan penting dalam mengambil oksigen dari dunia luar. Kegiatan ini sangat penting. Tanpa adanya paru yang sehat, akan ada gangguan pada proses pengambilan oksigen yang akan mengakibatkan gangguan pada tubuh juga,” kata Prof. Faisal, dalam rangkaian diskusi peringatan Hari Paru Sedunia, Jumat (24/9/2021).

Ia menjelaskan, gangguan yang terjadi pada saluran pernapasan, dapat berlangsung di dalam paru atau di luar paru, dengan gejala terlihat seperti batuk, batuk berdahak, sesak napas maupun kondisi tubuh yang cepat lelah.

Guru Besar FK Universitas Indonesia, Prof. dr. Faisal Yunus, PhD, SpP(K), menyatakan paru yang sehat akan memastikan metabolisme tubuh tak terganggu, dalam rangkaian diskusi peringatan Hari Paru Sedunia, Jumat (24/9/2021). –Foto: Ranny Supusepa

“Bisa retriksi, obstruksi atau campuran keduanya. Restriksi itu seperti kelainan pada paru, kelainan tulang, kelainan otot maupun kelainan difragma. Sementara obstruksi seperti penyakit asma, penyakit paru obstruktif kronik atau tumor saluran napas,” urainya.

Untuk mengecek apakah ada gangguan atau tidak, Prof. Faisal menyebutkan ada berbagai cara yang bisa dilakukan.

“Metodenya banyak. Mulai dari yang sederhana, seperti meniup api geretan dalam jarak 30 cm atau berjalan 600 meter, hingga yang canggih seperti scan atau uji latih jantung paru. Yang paling umum memang foto thorax, di mana gangguan pada paru akan terlihat pada makin berkurangnya area hitam pada hasil foto thorax,” urainya.

Ia menyatakan, gangguan saluran pernapasan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, karena interaksi langsung paru dengan dunia luar.

“Sehingga, penting untuk melakukan pengecekan secara rutin atau jika muncul gejala tertentu harus langsung berkonsultasi dengan tenaga ahli medis. Hal ini penting, karena makin cepat diketahui penyebabnya, akan makin cepat proses pengobatannya dan makin besar peluang untuk pulih,” tandasnya.

Pentingnya memahami kondisi paru juga disampaikan oleh Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, Dr. dr. Agus Dwi Susanto, SpP(K), yang menyatakan setiap warga harus memahami bagaimana paru yang sehat, bagaimana menjaga paru agar tetap sehat dan vaksinasi atau langkah apa yang harus dilakukan untuk mencegah kerusakan atau penurunan kualitas paru.

“Hal ini penting untuk dilakukan, karena dengan melakukan hal tersebut, artinya kita peduli pada paru kita. Di mana paru kita merupakan salah satu organ yang langsung terhubung dengan dunia luar,” kata Agus dalam kesempatan yang sama.

Ia menyatakan, dengan melakukan edukasi dan menyebarkan informasi yang benar terkait paru yang sehat, diharapkan dapat menurunkan jumlah pasien dengan gangguan atau infeksi pada paru.

“Jika sudah memahami apa saja yang berpotensi untuk menimbulkan gangguan pada paru, diharapkan masyarakat juga akan makin aware dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi paru,” pungkasnya.

Lihat juga...