Pentingnya Peran Pelaku Usaha dalam Upaya Mitigasi Bencana

Editor: Makmun Hidayat

BOGOR — Mitigasi bencana yang terus digalakkan oleh pemerintah, kini mengharapkan keterlibatan aktif para pelaku usaha sehingga akan mendorong lebih banyak lagi masyarakat yang akan memahami apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi.

Direktur Yayasan Peta Bencana, Nashin Mahtani menyebutkan mitigasi bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Tapi juga seluruh komponen di Indonesia.

“Selama ini, peta bencana sudah menampung banyak data yang berasal dari masyarakat maupun komunitas, yang digunakan oleh pihak pemerintah sebagai pemetaan kondisi bencana. Sekarang, kami mendorong peran aktif pelaku usaha untuk turut mengambil bagian dalam mitigasi bencana ini,” kata Nashin dalam acara siaga bencana yang diikuti Cendana News di Bogor, Rabu (15/9/2021).

Ia menjelaskan, peta bencana selama ini sudah menjadi perwujudan gotong royong dalam bentuk digital, untuk mengurangi sebanyak mungkin dampak negatif dari bencana.

Direktur Yayasan Peta Bencana, Nashin Mahtani, dalam acara siaga bencana, Rabu (15/9/2021). -Foto Ranny Supusepa

“Dengan adanya teknologi, maka collective intelligent dapat dijadikan suatu upaya dalam membantu upaya pendataan secara real time. Berbasis pada chatbots humanitarian yang bekerja secara aktif, unggahan di sosial media oleh masyarakat menjadi suatu data pendukung yang bisa digunakan sebagai pengisi kesenjangan informasi,” ucapnya.

Karena peta bencana selama ini sudah berkolaborasi dengan pemerintah, akademisi, peneliti, lembaga hingga komunitas, maka di tahun ini peta bencana mengharapkan bisa berkolaborasi dengan pelaku usaha.

“Dengan bergabungnya pelaku usaha dalam kolaborasi ini, maka pelaku usaha dapat memanfaatkan data untuk kepentingan usaha dan aset yang mereka miliki,” ucapnya lagi.

Selain itu, kerja sama juga akan memungkinkan pelaku usaha dapat melakukan pelatihan bagi para pekerjanya untuk lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana.

“Hal yang paling utama, pelaku usaha akan terlibat dalam mempersiapkan komunitas dan masyarakat dalam menghadapi bencana, saat para pekerja mereka sudah memahami dan siap siaga menghadapi bencana,” kata Nashin.

Sebagai pelaku usaha, Unggul Ananta menyatakan dalam proses penanggulangan bencana, kolaborasi penta helix memiliki peran yang sangat penting.

CEO Olah Karsa, Unggul Ananta dalam acara siaga bencana, Rabu (15/9/2021). -Foto Ranny Supusepa

“Kita bukan bicara hanya memberi bantuan pada saat bencana terjadi. Tapi kita bicara tentang awareness dan kesadaran. Contohnya, saat pandemi ini, pelaku usaha juga tampil sebagai komponen penting dalam membangun awareness dan kesadaran bencana,” kata Unggul dalam kesempatan yang sama.

Ia menyebutkan pelaku usaha dapat terlibat, mulai dari pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat dan pemulihan bencana. Misalnya, pelaku usaha dapat terlibat dalam identifikasi kebutuhan dan permasalahan masyarakat dalam situs penanggulangan bencana.

“Juga bisa dilakukan social mapping dalam kawasan operasional perusahaan maupun pada area yang lebih luas, lalu digabungkan dengan analisa potensi bencana sehingga bisa memberikan insight yang berguna bagi perusahaan maupun pemerintah daerah dalam menyusun program jangka pendek, menengah hingga panjang,” urainya.

Perusahaan juga dapat terlibat dalam membentuk forum lokal yang bersifat bottom up di sekitar perusahaannya, sehingga akan menunjukkan kontekstual teknologi perusahaan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Tentunya kolaborasi menjadi pilihan tepat bagi perusahaan dalam mengembangkan ketahanan bencana. Perusahaan tak perlu mengembangkan platform sendiri maupun mempersiapkan SDM sendiri dalam hal mitigasi maupun penanganan bencana,” pungkasnya.

Lihat juga...