Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tonggak Terwujudnya Indonesia Tangguh

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Hari Kesaktian Pancasila dinyatakan merupakan tonggak bagi bangsa Indonesia untuk tumbuh dan kuat serta mampu menyelesaikan semua masalah yang ada dengan mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam menciptakan generasi Pelajar Pancasila.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyebutkan bahwa Pancasila merupakan kekuatan Indonesia dalam menghadapi semua masalah yang timbul.

“Menghadirkan kembali nilai-nilai Pancasila melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila merupakan cara kita untuk bangkit dan pulih dari masalah yang sudah mendera kita selama 1,5 tahun belakangan ini. Sekaligus menjadi titik awal kita untuk tumbuh menjadi bangsa yang tangguh dengan menghadirkan generasi pelajar Pancasila,” kata Nadiem dalam pidato peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (30/9/2021).

Patung pahlawan revolusi sebagai penghormatan atas gugurnya mereka saat G30S/PKI berlangsung, Kamis (30/9/2021) – Foto: Ranny Supusepa

Ia menyebutkan sejak para pendiri bangsa Indonesia mencetuskan kelahiran Pancasila, nilai-nilai Pancasila telah hadir sebagai kekuatan untuk berjuang mencapai cita-cita bangsa ini.

“Pancasila juga menjadi pengingat kita bahwa dalam berbagai kondisi, kedaulatan Indonesia selalu berdasarkan kepada keadilan sosial dan persatuan seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, merefleksikan kembali nilai-nilai Pancasila akan menjadi awal untuk menyatukan langkah menuju cita-cita ke depan.

“Situasi pandemi telah menunjukkan tantangan yang harus kita hadapi. Yaitu menghadirkan pendidikan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia dengan mengatasi berbagai kendala,” ucapnya lagi.

Salah satunya adalah ketimpangan geografis yang menyebabkan tak semua anak Indonesia bisa memiliki akses pada pendidikan yang berkualitas selama pandemi ini.

“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini akan menjadi refleksi terkait hal-hal yang harus kita lakukan untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang tangguh di masa yang akan datang,” kata Nadiem.

Selama ini, upaya yang dilakukan hanya difokuskan pada hasil akhir. Menegasikan integrasi sosial budaya dan kelestarian lingkungan.

“Hal ini tak sejalan dengan tujuan dan konsep pembangunan berkelanjutan yang mensinergikan sumber daya alam dengan sumber daya manusia. Jadi ini adalah waktu yang tepat untuk merancang keseimbangan baru yang memajukan semua kelompok masyarakat dengan berlandaskan konservasi alam,” tuturnya.

Pancasila akan menjadi titik berangkat dan tujuan pembangunan bangsa, yang berawal dari kemerdekaan anak bangsa untuk mengembangkan potensi dengan kemampuan dan panggilan hatinya.

“Kemerdekaan dalam belajar, berkarya dan berbudaya akan melahirkan generasi pelajar Pancasila, yang akan belajar sepanjang hayat, beriman bertakwa, berakhlak mulia, berkebhinnekaan global, mampu mandiri dan bergotong royong, bernalar kritis dan kreatif yang akan meneruskan estafet pembangunan Indonesia,” pungkasnya.

Lihat juga...