Perluas Suplai Air Bersih, OPPA Prambanan Bangun Bak Tampungan Baru

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Organisasi Pengelola dan Pemakai Air (OPPA) Kecamatan Prambanan, Sleman, meningkatkan perluasan cakupan suplai hingga ke pelosok desa untuk mencukupi kebutuhan air bersih seluruh warga setempat.

Hal itu dilakukan dengan menambah fasilitas tampungan maupun bak pelepas tekanan di sejumlah titik. Terakhir, fasilitas ini dibangun di kawasan perbukitan terpencil tepatnya Dusun Kikis, Sambirejo, Prambanan, Sleman.

Ketua OPPA Prambanan, Giatno, menyebut saat ini pihaknya memiliki total 4 tampungan sekaligus bak pelepas tekanan. Dengan adanya penambahan fasilitas ini, maka OPPA Prambanan akan mampu menjangkau sebanyak 60-an Kepala Keluarga (KK) tambahan di dua RT Dusun Kikis yang sebelumnya tak tersuplai air bersih.

“Dengan adanya tambahan fasilitas tampungan ini, maka warga di RT 1 dan 2 Dusun Kikis, kini bisa menikmati suplai air bersih dari OPPA. Mereka tidak perlu lagi membeli air menggunakan tangki yang harganya mahal selama musim kemarau,” ujarnya, Kamis (16/9/2021).

Giatno menyebut, sampai saat ini OPPA Prambanan, telah mampu mencukupi kebutuhan air bersih bagi sekitar 1.500-an lebih sambungan rumah warga di sebanyak 13 dusun yang tersebar di 4 desa kawasan Prambanan, meliputi Dusun Sambirejo, Wukirharjo, Gayamharjo serta Sumberharjo.

Dengan adanya suplai air bersih dari OPPA ini, warga tidak perlu lagu membeli air dengan menggunakan mobil tangki selama musim kemarau. Di mana harga air bersih bisa mencapai Rp150 ribu per 5 kubik. Sementara dengan berlangganan OPPA, warga hanya perlu membayar Rp8 ribu per kubiknya.

“Memang tarif air bersih dari OPPA ini masih lebih tinggi jika dibandingkan PDAM yang hanya Rp3 ribu per kubiknya. Karena memang kita ini kan swadaya. Biaya operasional kita juga sangat besar. Mencapai 60 juta per bulan. Sehingga kita sulit jika harus memberikan tarif seperti PDAM. Dan selama ini masyarakat bisa memahami hak itu,” katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Penanggulangan Resiko Bencana (FPRB) Bandung Bondowoso, Kecamatan Prambanan, Parwoto, menyebut banyaknya perusahaan penyuplai air bersih yang masuk ke pelosok desa saat ini telah mampu mengatasi persoalan kekeringan di wilayah Prambanan. Hal itu dibuktikan dengan belum adanya kegiatan droping air bersih sampai puncak musim kemarau ini.

Padahal berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Kecamatan Prambanan menjadi salah satu langganan daerah yang mendapatkan droping air bersih baik itu dari Dinas Sosial maupun BPBD, setiap puncak musim kemarau tiba.

“Sampai saat ini masih aman. Belum ada daerah yang membutuhkan droping air bersih. Mudah-mudahan hal ini bisa terus berlanjut hingga musim kemarau berakhir,” ungkapnya.

Lihat juga...