Petani di DCML Madura Harapkan Bantuan Bibit Melon

Editor: Makmun Hidayat

 CILACAP — Sebelum pandemi, Yayasan Damandiri pernah berkomitmen membuat lahan melon dan mengajak para petani melon di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, untuk menanam melon jenis unggul.

Saat ini, para petani mengharapkan kembali adanya bantuan dari pihak yayasan untuk menggenjot potensi melon di desa tersebut.

Salah satu petani melon, Syariman mengatakan, saat ini ia sudah menyewa lahan pada dataran tinggi yang berada di daerah Pamongkoran. Dipilihnya lahan dataran tinggi supaya tanaman melon terhindar dari banjir saat musim hujan nanti.

“Setelah menyewa lahan yang lokasinya bagus, kita berharap ada bantuan bibit dari pihak Yayasan Damandiri, bibit melon biasa juga akan kita terima dengan senang hati, yang terpenting kualitasnya bagus dan hal tersebut akan sangat meringankan kita para petani melon di sini,” tuturnya, Rabu (29/9/2021).

Salah satu petani melon di Cilacap, Syariman berharap bantuan bibit dari Yayasan Damandiri, Rabu (29/9/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

Setelah berpindah lahan tanam, Syariman mengaku hasil panen melon bulan lalu cukup bagus. Ia mendapatkan hasil hingga 40 ton per hektare, sementara lahan yang disewanya seluas 3,2 hektare. Hanya saja, melon yang ditanam adalah melon jenis biasa, sehingga harga jual di pasaran rendah, hanya pada kisaran Rp 6.000 hingga Rp 7.000 per kilogram.

Untuk penjualan hasil panen melon, Syariman mengaku cukup mudah, karena melon jenis biasa ini banyak diterima di pasaran, sebab harganya murah dan terjangkau.

Sebelumnya saat menanam melon golden dengan bibit bantuan dari Taman Buah Mekarsari dulu, harga jual melon lebih tinggi. Namun, pada saat itu terkendala hasil panen tidak bisa maksimal karena berbagai hal teknis, seperti lahan serta proses pemeliharaan.

Selain itu, pemasaran melon golden juga masih sangat terbatas, karena harganya mahal sehingga memiliki pangsa pasar khusus. “Kalau soal pemasaran melon golden, meskipun mahal, tetapi dulu pemasaran dibantu oleh pihak yayasan, sehingga kita para petani tidak khawatir melon tidak laku,” katanya.

Setelah panen, saat ini Syariman sedang mulai melakukan pembibitan tanaman melon. Ada 5.000 bibit tanaman melon yang sedang dalam proses persemaian. Menurutnya, untuk penyemaian tanaman lamanya antara 5 – 10 hari. Setelah itu, tanaman langsung dipindahkan ke lahan yang sudah dipersiapkan.

“Jika lebih dari 10 hari, biasanya tanaman akan membusuk, jadi harus cepat di pindahkan ke ladang,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi  Mandiri Lestari Sejahtera DCML Madura, Puji Heri Santoso mengatakan, sampai saat ini belum ada kelanjutan lagi untuk program melon golden.

“Memang banyak petani yang menanyakan, tetapi kemudian tertabrak pandemi dan belum ada lagi kelanjutan program melon golden,” ucapnya.

Lihat juga...