Petani : Terung Ungu Bisa Dipanen Belasan Kali dalam Satu Musim Tanam

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANDUNG — Mungkin belum banyak yang tahu, bahwa terung ungu merupakan jenis tanaman yang bisa dipanen belasan kali dalam satu kali musim tanam. Hal tersebut yang membuat banyak petani untuk membudidayakan, termasuk di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Epi Junarman, petani terong ungu asal desa Rancakole, kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, saat ditemui, Senin (20/9/2021). Foto : Amar Faizal Haidar

“Inilah salah satu alasan kenapa banyak petani memilih menanam terung. Jadi panen pertama itu baru bisa dilakukan 2 sampai 3 bulan dari masa tanam. Tapi setelah panen pertama, setiap minggu selanjutnya kita bisa dipanen terus menerus,” ujar Epi Junarman, petani asal desa Rancakole, kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Senin (20/9/2021).

Di samping itu, Epi mengungkapkan, budi daya terung ungu tidak sulit dan cocok pada tanah dengan kisaran keasaman (pH) sekitar 6,5 sampai 7.

“Terus kita juga harus tahu, bahwa terung ungu ini membutuhkan sinar matahari yang cukup, oleh karena itu cocok ditanam pada musim kemarau,” ucapnya.

Setelah menemukan titik penanaman yang cocok, langkah selanjutnya adalah menyemai benih. Umumnya, penyemaian dilakukan paling lambat satu bulan. Jika sudah melewati proses penyemaian, maka segera lakukan proses penanaman.

“Kita pilih bibit-bibit yang bagus saja untuk ditanam. Kalau saya biasanya mulai nanam sore hari. Langsung disiram dengan air secukupnya, biar tidak layu bibitnya,” tandas Epi.

Adapun untuk proses pemeliharaan, bisa dilalukan dengan cara pembersihan gulma di sekitar area tanaman terung, penyiraman yang teratur, hingga pemupukan yang sesuai porsinya.

“Pemupukan bisa dilakukan dengan cara ditaburkan. Pemupukan pertama juga bisa dilakukan pada usia 10 hari setelah tanam (hst). Selanjutnya pemupukan dilakukan setiap 1 minggu. Pupuk yang digunakan adalah NPK, TSP, KCL, ZA atau KNO3 disesuaikan dengan kebutuhan tanaman,” papar Epi.

Di tempat yang sama, Nandang, rekan kerja Epi menambahkan, terung ungu termasuk jenis sayuran yang mudah busuk, untuk itulah, sangat dianjurkan agar sesegera mungkin dipasarkan setelah panen.

“Untung nya kalau kita sekarang sudah punya tempat pemasarannya, jadi tidak terlalu pusing lagi,” katanya.

Nandang pun menyarankan, agar petani tidak mencoba menanam terung ungu jika alur distribusnya belum pasti dan memadai.

“Tidak sedikit juga petani yang akhinya rugi karena ternyata pasarnya tidak ada, atau pasarnya ada tapi sedang tidak membutuhkan. Makanya, harus bisa baca pasarnya dulu,” pungkas Nandang.

Lihat juga...