Petani Tomat di Cikancung tak Gunakan Mulsa Agar Hemat

Editor: Koko Triarko

BANDUNG – Meskipun memiliki banyak manfaat, plastik mulsa bukan instrumen wajib yang harus digunakan pada budi daya tanaman tomat. Di kecamatan Cikancung, Jawa Barat, sejumlah petani tetap bisa melakukan budi daya tanpa mulsa.

Dadang (41), misalnya, petani di wilayah itu mengatakan, mulsa sejatinya tidak memberi pengaruh yang besar pada proses pertumbuhan tanaman tomat. Di samping itu, tentu saja budi daya tanpa mulsa dapat membantu mengurangi beban biaya.

“Kalau harus pakai mulsa pasti ga akan banyak orang yang mau nanam, karena mahal harganya. Dan, itu harus modal di awal. Belum lagi tidak ada jaminan berhasil, jadi banyak juga petani seperti saya yang tidak pakai mulsa,” kata Dadang, kepada Cendana News, Senin (13/9/2021).

Dadang, petani asal kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, saat ditemui Senin (13/9/2021). -Foto: Amar Faizal Haidar

Meski demikian, Dadang mengakui budi daya tomat tanpa mulsa memang membuat pekerjaan makin berat. Pasalnya, kemunculan gulma di sekitar tanaman menjadi sulit dikendalikan.

“Yang paling sulit itu mengendalikan gulma. Kalau tidak pakai mulsa, kerjaannya makin berat, karena kita harus cabutin terus gulma di sekitar tanaman tomat secara manual. Tapi kalau pakai mulsa, gulma tidak akan muncul,” ujarnya.

Menurut Dadang, hal terpenting dalam budi daya tomat adalah memberikan pupuk kandang atau kompos yang cukup pada tanah, agar nantinya tanaman tomat tumbuh sehat dan tidak kekurangan nutrisi.

“Pakai pupuk kandang juga bisa menghemat penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang makin mahal. Begitu juga selanjutnya, tidak usah melakukan pemupukan dengan pupuk kimia secara berlebihan, gunakan sedikit saja, karena tanah kita sudah subur dengan pupuk kandang,” jelas Dadang.

Di tempat yang sama, Wahyu (47), rekan kerja Dadang menambahkan hal penting lainnya yang harus diperhatikan pada budi daya tomat adalah pemasangan turus, atau tiang dari bambu untuk menyandarkan pohon tomat agar tidak roboh.

“Turus ini dibikin panjangnya sekitar 1,5 meter. Turus dipasang dengan cara ditancapkan ke bedengan, lalu dikasih tali untuk mengikat sekaligus untuk penahan agar tanaman tomat tidak roboh,” kata Wahyu.

Selanjutnya, kata Wahyu, turus dipasang sekitar 15 cm dari sisi kiri dan kanan bedengan. Jarak pemasangan turus adalah 50×50 cm.

“Kenapa harus kita pasang turus duluan, padahal tanaman tomat belum ada? Karena agar memudahkan proses penanaman nantinya. Kita tinggal menanamnya didekat turus, sehingga tidak perlu mengukur jarak tanam lagi,” pungkas Wahyu.

Lihat juga...