Peternak di Kalbar Diharapkan Tangkap Peluang Penuhi Kebutuhan Daging

PONTIANAK  – Kepala Dinas Perkebunan Peternak Kalbar, M. Munsif mengajak peternak di Kalbar menangkap peluang budidaya hewan ternak baik sapi, kambing dan lainnya untuk memenuhi kebutuhan daging konsumsi masyarakat.

“Saat ini contohnya untuk kebutuhan daging sapi di Kalbar masih didatangkan dari luar. Kondisi ini menjadi peluang peternak lokal untuk memenuhi konsumsi daging masyarakat,” ujarnya di Pontianak, Minggu.

Ia menyebutkan bahwa setiap tahun Kalbar membutuhkan 25 ribu ekor sapi potong.

“Sebagai gambaran saja untuk sapi potong setiap tahun kita harus membutuhkan kurang lebih sekitar 25 ribu ekor. Ini kalau kita bagi 14 Kabupaten Kota, setiap kabupaten atau kota harus produksi minimal sekitar dua ribu ekor. Hanya saja realitasnya saat ini sekitar 20 ribu ekor sapi masih didatangkan dari Pulau Madura dan Kalteng,” kata dia.

Dengan kondisi yang ada ia mengatakan bahwa Kalbar memang masih punya pekerjaan besar untuk pemenuhan kebutuhan daging lokal karena defisit.

Sementara dari sisi luas lahan dan sumber pakan hijau untuk hewan ternak di Kalbar sangat potensial. Dengan kebutuhan atau pasar lokal terbuka lebar dan kondisi daerah mendukung maka menurutnya ke depan Kalbar harus mandiri dalam pemenuhan daging.

“Sejumlah upaya telah dilakukan pemerintah daerah mulai pendampingan, bimbingan, bantuan dan lainnya. Namun itu tentu harus diperkuat para pihak termasuk kemandirian peternak itu sendiri. Peternak juga diharapkan mampu mengelola pakan ternak, manajemen pemeliharaan dengan model kandang kelompok, reproduksi, dan lain sebagainya,” jelas dia.

Tidak kalah penting menurutnya, pengembangan budidaya ternak berbasis klaster perlu menjadi perhatian bersama. Hal itu untuk efisiensi dan jauh lebih murah dalam produksi.

“Kemudian dari sisi pasar kalau dalam skala klaster harga bisa lebih bersaing. Pembeli biaya angkutnya lebih murah dan dalam mencari hewan untuk potong mudah. Memang berbasis klaster penting bagi budidaya,” katanya. (Ant)

Lihat juga...