Pinjaman Modal Kita Bantu Mujiah Bertahan di Kala Pandemi

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Siang itu, Mujiah (55) nampak sibuk menggarap tas kain pesanan pelanggannya. Dibantu suaminya, ia terlihat memotong pola kain satu per satu dengan teliti, lantas memasang rit sleting dan menjahitnya dengan saksama. 

“Sudah sekitar 6 bulan terakhir ini pesanan mulai ramai. Ada yang untuk cendera mata, seminar, atau acara lainnya. Mayoritas pesanan dikirim ke luar kota. Ya lumayan lah, karena sejak awal pandemi pesanan sangat sepi,” ungkapnya, Senin (27/9/2021).

Mujiah merupakan salah satu pelaku UKM sekaligus nasabah/anggota Koperasi Gemah Ripah Trirenggo Bantul yang terbilang sukses bertahan di masa pandemi. Berkat kesabaran dan ketekunannya, ia mampu tetap eksis di tengah banyaknya pelaku usaha lainnya yang terpaksa gulung tikar akibat tak mampu mengelola usaha.

Mujiah sendiri memulai usaha pembuatan tas kain sejak beberapa tahun silam. Memanfaatkan kemampuan menjahit yang dimilikinya sejak muda, ia mencoba peruntungan dengan membuka usaha pembuatan tas skala mikro di rumahnya.

“Karena tak punya modal, saya mulai usaha ini dengan mengajukan pinjaman. Salah satunya pinjaman dari unit usaha Modal Kita di Koperasi Gemah Ripah Trirenggo. Sudah sejak sekitar 5 tahun terakhir ini saya menjadi nasabah. Ya, untuk tambahan modal menjalankan usaha ini,” kata warga RT 3 dusun Gandekan ini.

Mujiah mengaku memilih mengajukan pinjaman modal usaha ke Unit usaha Modal Kita Koperasi Gemah Ripah Trirenggo karena sejumlah alasan. Selain proses pencariannya mudah dan cepat, ia juga mengaku tak perlu menyertakan agunan saat melakukan pengajuan pinjaman.

“Meminjam di koperasi, ya karena tidak perlu pakai agunan. Jadi, tidak ribet. Selain itu bunganya juga ringan. Terlebih lokasinya juga hanya satu desa. Bahkan, semua prosesnya bisa dilakukan di satu wilayah dusun saja, karena sudah ada perwakilan kelompoknya,” ungkapnya.

Keberadaan unit Modal Kita sebagai bagian program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) yang dijalankan Yayasan Damandiri di desa Trirenggo, memang memberikan manfaat  besar bagi pelaku usaha mikro seperti Mujiah. Pasalnya, adanya program itu membuatnya tetap bisa bertahan di tengah situasi pandemi.

“Sejak awal koperasi berdiri, saya sudah jadi nasabah sekaligus anggota. Awalnya saya mengajukan pinjaman Rp1juta, lalu naik dan di tahun ke-5 ini saya mendapatkan pinjaman sampai Rp4juta. Semua saya gunakan untuk menjalankan usaha pembuatan tas ini seperti membeli alat mesin jahit, dan lain-lain,” katanya.

Saat ini, dalam sebulan Mujiah mengaku bisa mendapatkan pesanan sekitar 100-150 pcs tas kain. Untuk satu pcs tas kain sendiri, ia mengaku bisa mendapatkan pemasukan hingga Rp25ribu. Sehingga total pemasukan usahanya per bulan bisa mencapai Rp3,4juta.

“Ya, lumayan sekalilah. Apalagi buat ibu rumah tangga seperti saya,” ungkap ibu tiga anak ini.

Lihat juga...